alexametrics

Usai Nonton Lengger, Dua Anak Diperkosa

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, WONOSOBO – Dua anak di bawah umur diperkosa hingga trauma. Pelaku diperkirakan orang yang sama. Residivis kasus asusila ini masih diburu polisi.

Salah satu anggota Polsek Kertek, Aipda Heri Kristanto menjelaskan, kasus kejahatan seksual ini dilaporkan warga Desa Purbosobo, Kecamatan Kertek. “Kita sudah terima laporannya pada Kamis (4/8) pagi dan langsung kita olah TKP,” jelasnya Jumat (5/8).

Saat ini polisi telah mengantongi ciri-ciri terduga pelaku. Sehingga hal ini akan memudahkan pihak kepolisian dalam memburu pemburu kekerasan seksual yang terjadi pada anak di bawah umur itu.

Warga Dusun Losari, Desa Purbosono sempat digegerkan lantaran adanya kasus pemerkosaan yang terjadi pada anak di bawah umur. Kasus tersebut menimpa korban berinisial E, 11 dan U, 10, anak perempuan yang masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD).

Baca juga:  Tahun 2020, Serapan Anggaran Pembangunan Capai 83 Persen

Kades Purbosono Gono Sunoto menjelaskan, kejadian itu bermula setelah warga menggelar pentas seni lengger pada Rabu (3/8) lalu. Saat korban hendak pulang ke rumahnya, ternyata dibuntuti oleh terduga pelaku berinisial P di sepanjang perjalanan.

“Jadi dua korban ini dicabuli di lokasi yang berbeda. Korban berinisal E itu dicabuli di lahan pertanian tembakau dan U di lahan pertanian yang sedang ditanami cabai rawit. Tapi posisinya sama-sama di sebelah makam Dusun Losari,” katanya.

Dua korban ini disekap. Kemudian dipaksa untuk masuk ke lahan pertanian. Dua kejadian itu berlangsung sekitar pukul 00.00 sampai pukul 01.00 dini hari, sehingga kondisinya sepi dari aktivitas warga.

Terduga pelaku diperkirakan seorang pria warga Bansri, Kecamatan Parakan, Kabupaten Temanggung. “Jadi ada saksi yang berpapasan pelaku berjalan beriringan depan belakang bersama salah satu korban,” katanya.

Baca juga:  681.161 Pemilih Sudah Terdaftar

Saksi yang sempat berpapasan ini menyebutkan alamat terduga pelaku di Dusun Tambayan Desa Bansari Kecamatan Parakan kabupaten Temanggung. “Saksi ini mengaku kenal P. Ia sudah beristri dan memiliki 1 orang anak. Dia baru keluar dari lembaga pemasyarakatan (LP) Temanggung sekira 4-5 bulan lalu karena terjerat kasus yang sama,” bebernya.

Warga sempat mendatangi rumah terduga pelaku di Parakan. Namun P tidak ditemukan. Diduga ia mengetahui kedatangan warga setelah mendengar ketukan pintu rumahnya dan langsung kabur melarikan diri melalui pintu belakang.

“Di rumah pelaku ditemukan sepeda motor yang dipakai saat melihat kesenian di dusun Losari dan juga ditemukan barang bukti milik korban yaitu celana panjang, pakaian dalam dan handphone. Semua BB sudah diserahkan kepada pihak Polsek Kertek guna pemeriksaan lebih lanjut,” ujarnya. (git/ton)

Baca juga:  Tiga Ulama Restui Abdul Arif

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya