alexametrics

Fenomena Embun Upas Mulai Muncul di Dieng, Suhu Minus 1 Derajat Celcius

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Dieng – Fenomena embun upas di kawasan pegunungan Dieng kembali terlihat pada Kamis, (30/6) pagi. Fenomena tersebut diprediksi masih akan terjadi dalam dua bulan kedepan.

Salah satu pelaku wisata di Dieng, Darwanto menjelaskan jika fenomena munculnya embun es memang baru terlihat kemarin. Sebab kondisi suhu di kawasan dieng itu mencapai minus 1,93 derajat celcius.

“Puncaknya terjadi pada pukul 06.00 pagi mas, kondisi hampir minus 2 derajat saat dilihat dari aplikasi Stasiun Cuaca Dieng,” kata salah satu penggagas aplikasi tersebut.

Ia menjelaskan jika penyusutan suhu memang sudah terjadi sejak malam sebelumnya. Dalam pantauan aplikasi itu, pukul 12.00 malam suhu di dieng sudah menunjukkan 0 derajat celcius. Suhu tersebut terus mengalami penurunan hingga puncaknya mencapai minus 1,9 derajat celcius.

Baca juga:  Tawarkan Potensi Wisata ke Luar Daerah

“Dan saat saya melihat secara langsung ke beberapa lokasi itu, memang sudah muncul embun upasnya,” katanya.

Meskipun fenomena ini tidak bisa muncul setiap hari. Namun ia sendiri telah memprediksinya sejak satu hari sebel kemunculan embun upas itu terjadi. Tepatnya pada Rabu (29/6) lalu. Sebab dari data yang diperolehnya, tanda-tanda kemunculan embun upas sudah mulai terlihat.

“Itu bisa kita lihat selain dari suhu yang mengalami penurunan drastis, juga faktor cuaca sebelum kemunculan embun upas,” katanya.

Tanda itu bisa dilihat dari berbagai hal. Mulai dari tidak munculnya hujan dalam beberapa hari terakhir. Kemudian kondisi cuaca yang terik di siang hari, disusul dengan penurunan drastis suhu di sekitar kawasan dieng. Penyusutan suhu itu akan terus terjadi hingga malam hari.

Baca juga:  Harga Murah, Petani Enggan Menanam Carica

“Maka hampir bisa dipastikan embun upas akan muncul pada pagi hari setelah berbagai tanda itu terlihat,” ujarnya.

Ia melanjutkan jika kemunculan embun upas pada Kamis (30/6) ini bisa dilihat dari beberapa lokasi. Mulai dari kawasan Candi Arjuna, Lapangan Candi Setyaki, komplek taman darmasala dan di komplek Candi Pandawa.

“Dan memang kemunculannya kalau untuk hari ini tidak berlangsung lama. Hanya sekitar setengah sampai satu jam saja,” ujarnya.

Menyikapi hal tersebut, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Wonosobo, Agus Wibowo saat dikonfirmasi mengaku jika kemunculan fenomena es atau yang biasa disebut embun upas ini tidak setiap hari bisa dilihat. Para wisatawan hanya dapat menikmatinya dalam saat kondisi cuaca memungkinkan.

Baca juga:  Beri Dukungan sekaligus Serap Masalah PKL

“Karena kemunculan es ini kan hanya terjadi di musim kemarau. Dan ditempat kita musim kemarau ini kan waktunya relatif sedikit ya, paling sekitar dua bulanan saja. Mulai dari Bulan Juli sampai Agustus mendatang,” ungkapnya.

Oleh karenanya, pihaknya menyarankan bagi para wisatawan yang ingin memburu kemunculan embun upas ini bisa datang dalam waktu dekat ini hingga dua bulan kedepan. Meski tidak setiap hari bisa muncul, namun diprediksi akan banyak terlihat di bulan-bulan ini.

“Dan saya kira momentum ini juga tepat karena masuk di musim libur sekolah. Barangkali ada pihak sekolah yang masih penasaran dengan kemunculannya seperti apa bisa langsung datang kesini,” terangnya. (git/bas)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya