alexametrics

Bripka Indra Susanto, Ubah Motor Dinas Jadi Perpustakaan Keliling

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID – Tugas menjadi pamomong di tengah masyarakat bukan perkara mudah. Selain harus memiliki banyak kesabaran, juga rasa telaten itu penting dilakukan. Apalagi saat-saat menghadapi anak kecil.

Hal itulah yang muncul dari seorang Bhabinkamtibmas Bripka Indra Susanto saat menjajakan perpsutakaan keliling miliknya pada anak-anak di Desa Karangluhur, Kecamatan Kertek, Kabupaten Wonosobo.

Sejak ditugaskan menjadi bhabinkamtibmas di Desa Karangluhur pada 2014 lalu, Indra mengaku sering terjun ke rumah-rumah warga. Menyapa satu persatu pada warga tentang apa yang sedang dirasakannya saat ini. “Dari sana banyak orang tua yang melaporkan masalah anaknya yang lebih sering bermain HP dibanding mengaji atau belajar,” katanya.

Berawal dari keresahannya terhadap generasi muda di desa binaanya, Indra dengan sabar datang ke setiap rumah yang memiliki anak kecil untuk mengajak belajar membaca. Di setiap rumah yang dilintasi, akan ditinggali buku bacaan. “Sampai anak-anak itu mau membaca,” ujarnya yang terus memberikan semangat kepada anak-anak di desa binaannya itu.

Baca juga:  Serapan Anggaran Baru 20,4 Persen

Ia berinisiatif untuk mencoba mengurangi penggunaan HP bagi anak-anak dengan memberikan kesibukan yang lain. Caranya, ia berkeliling dengan motornya untuk datang ke setiap rumah menawarkan buku bacaan bagi anak-anak.

“Awalnya itu memang sulit untuk membiasakan mereka tidak pegang HP. Tapi Alhamdulilah sekarang sudah ada perubahan. Misalnya saat saya datang ke sana itu langsung berkerumun ambil buku satu-satu,” ujarnya.

Ia mengakui, mengubah kebiasaan untuk mau membaca bukan perkara mudah. Namun karena pendekatan yang dilakukan dengan berbagai cara, akhirnya anak-anak mulai luluh dan mau untuk belajar bersama.

“Kuncinya itu di sabar dan telaten saya kira. Saya punya modal dasar dekat ke anak-anak itu karena sering datang ke sekolahan awalnya. Sehingga dikenal lalu dekat dengan mereka,” katanya.

Baca juga:  Harga Bonsai Bisa Capai Ratusan Juta Rupiah

Saat pandemi Covid-19 datang, ia menggelar perpustakaan keliling. Menggunakan motor dinas, Indra mendatangi rumah-rumah warga sambil membawa buku.  “Daripada mereka hanya bermain gadget, saya tawari untuk mau belajar bersama. Selain saya melakukan sosialisasi soal protokol kesehatan di desa,” lanjutnya.

Ratusan buku yang telah ia sebar berawal dari buku bekas milik anaknya. Karena sempat kekurangan, akhirnya ia berinisiatif untuk bekerjasama dengan perpustakaan Cahaya Desa Karangluhur untuk menyuplai buku-buku bacaan yang dibutuhkan. “Dan kebetulan perpustakaan di desa ini pernah menjadi yang terbaik tingkat provinsi. Jadi lebih mudah saat saya membutuhkan buku bacaannya,” katanya.

Meskipun diakui, buku yang bisa ia bawa jumlahnya masih sangat terbatas. Sebab, ia menaruh buku hanya di boks motor yang dikendarainya saja. Paling banyak, ia hanya bisa membawa 25 buku bacaan saat berkeliling. Meski dengan segala keterbatasan yang ada, ia masih berencana untuk terus melanjutkan aktivitasnya itu. Untuk membagikan pengetahuan kepada generasi penerus di desa binaannya itu. (git/ton)

Baca juga:  Mahasiswa Ajukan Delapan Tuntutan

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya