alexametrics

Pedhut Di Hyang Jadi yang Terbaik

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Wonosobo – Kain tenun lurik asal Wonosobo menjadi yang terbaik dalam ajang Lomba Rancangan Busana Bahan Dasar Lurik tahun 2022 di Jakarta. Wonosobo berhasil mengalahkan 34 kabupaten/kota se-Jawa Tengah dalam acara yang digelar di Taman Mini Indonesia Indah.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Wonosobo Agus Wibowo mengatakan, kemenangan tersebut sebenarnya sangat tidak terduga. Sebab kain tenun di Wonosobo termasuk masih sangat baru. Desainer Alvin Ariwibowo ternyata berhasil mengangkat karya berbahan dasar wol domba dengan tema Pedhut Di Hyang menjadi yang terbaik.

“Tidak semua domba bisa menghasilkan wol yang bisa ditenun seperti wol dombos,” ungkapnya.

Sementara Alvin mengatakan, bahwa rancangan Pedhut Di Hyang memiliki makna Di Hyang (Dieng) atau tempat para dewa. Negeri di atas awan yang memiliki pesona dan daya tarik tersendiri. “Cikal bakal peradaban Hindu-Buddha meninggalkan begitu banyak sejarah yang begitu indah untuk diceritakan turun-temurun,” katanya.

Baca juga:  Wonosobo Bakal Gelar Pembelajaran Tatap Muka Sepekan Lagi

Alvin menambahkan, desain ready to wear ini benar-benar sesuai dengan prinsip sustainable fashion. Karyanya memanfaatkan limbah bulu domba sebagai kain tenun wol lokal pertama di Indonesia.

“Konsep desain busana tersebut merupakan jacket hoodie unisex dengan cutting zero waste, identik dengan suasana dingin di dataran tinggi Dieng. Bahkan setiap tahun di sekitar bulan Juli-Agustus suhu bisa mencapai -9 derajat,” terangnya.

Sedangkan untuk celana zero waste dengan teknik wrap pants mempertegas siluet bold dan edgy. Menggunakan kombinasi kain tenun wol dombos warna misty gray dan tenun polos warna senada, seperti warna Pedhut Di Hyang atau Kabut Dieng yang mistis. (git/ton)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya