alexametrics

Jembatan Penghubung Antardesa Ambles

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Wonosobo – Hanya dalam beberapa jam, hujan deras di beberapa wilayah sebabkan longsor kemarin (13/6). Terparah, jembatan yang menghubungkan beberapa desa di Kecamatan Sapuran tersebut amblas tak bisa dilalui kendaraan.

Menurut Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Wonosobo Bambang Triyono hujan deras disertai angin kencang melanda wilayah Sapuran dan Kaliwiro. Akibatnya, dua rumah warga dan jembatan rusak.

Dua rumah yang rusak itu akibat tertimpa pohon di Dusun Gumiwang, Desa Selomanik, Kecamatan Kaliwiro. Sementara di Desa Kaliguwo, Kecamatan Kaliwiro, dua hektare sawah milik warga terendam air.

Di Desa Ngasinan, Kecamatan Kaliwiro akibat meluapnya Sungai Luk Ulo terjadi pergeseran jembatan. Meski saat ini masih bisa dilalui, namun jalan tersebut berisiko amblas atau bergeser lebih lebar.

Baca juga:  Perbanyak Jumlah Ikan di Perairan Umum

“Kita sudah assesment di beberapa lokasi itu. Baik di tempat korban yang terkena pohon tumbang dan jembatan yang mengalami pergeseran. Sementara kita pasang rambu-rambu agar kendaraan berat tak boleh melintas terlebih dahulu,” terangnya kemarin (14/6).

Jembatan penghubung tiga desa di Dusun Mudal, Desa Surojoyo, Kecamatan Sapuran pun ambles. Jalan tersebut masuk pada ruas jalan kabupaten Ngadikerso – Beran dengan nomor ruas 137.

“Tipe jembatan yang ambrol adalah jembatan lengkung dengan panjang 2 meter dan lebar 4,3 meter,” terang Kepala Bidang Bina Marga, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPU PR) Afton saat hubungi melalui sambungan telepon.

Ia menyebutkan jembatan tersebut usianya lebih dari 30 tahun. Dibangun secara swdaya masyarakat.

Baca juga:  Seluruh Fraksi Sepakati Empat Raperda

“Informasi ini kita terima dari Pak Kades Surojoyo. Artinya memang jembatan ini sudah saatnya diperbaiki,” katanya.

Namun, pihaknya baru bisa melakukan penanganan sementara. Dengan membuat jembatan darurat dari bambu petung yang hanya bisa dilewati kendaraan roda dua dan untuk akses pelajar ke sekolah di Desa Ngadikerso. Sementara untuk roda empat diarahkan ke ruas jalan Ngadikeso-Rimpak dan ruas jalan Ngadikerso-Sapuran (melalui desa ngadikerso).

“Sudah kita koordinasikan dengan pihak desa agar jembatan darurat ini bisa segera terbangun. Sembari menunggu anggaran pembangunan jembatan tersebut dari APBD,” tandasnya. (git/lis)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya