alexametrics

Merti Desa Penghormatan untuk Lurah Sudharto

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Wonosobo – Tradisi Merti Desa di Kelurahan Mudal Kecamatan Mojotengah kembali digelar. Berbagai tradisi dan pentas budaya dipamerkan untuk meriahkan acara tersebut. Pasalnya, tradisi ini sempat terhenti selama 5 tahun penuh.

“Kita gelar dua hari tahun ini. Rangkaiannya sendiri sudah dimulai sejak Jumat (27/5) dan puncaknya di Sabtu (28/5) malam kemarin dengan menggelar salawat bersama di lapangan Lurah Sudharto, Mudal,” terang Kepala Kelurahan Mudal Mojotengah Saliman akhir pekan lalu.

Prosesi merti desa diawali dengan haul atau doa untuk pahlawan desa yakni Lurah Sudharto. Kemudian dilanjut dengan pengambilan air suci dari 7 mata air, kirab, doa bersama, birat sengkolo, pentas seni dan budaya, kemudian diakhiri dengan Mudal bersalawat. Prosesi merti desa melibatkan seluruh rukun tetangga yang ada di 6. “Merti desa ini bentuk ungkapan rasa syukur dan mempererat tali silaturahmi antar warga,” ujarnya.

Baca juga:  Ditinggal Kondangan, Rumah Ludes Terbakar

Haul Lurah Sudharto digelar untuk menghormati salah satu tokoh desa yang menjadi kades pada era pemerintahan colonial. Lurah Sudharto yang namanya diabadikan menjadi jalan menuju kelurahan mudal dan lapangan desa merupakan kades muda yang tewas terkena ranjau milik tentara Belanda di mata air mudal. “Beliau hendak membuka saluran air untuk kepentingan area persawahan milik warga mudal. Atas keberanian dan jasanya itu, warga setiap tahun memperingati haul atau doa bersama,” katanya.

Sedangkan kegiatan-kegiatan lain seperti kirab, birat sengkolo dan penyerahan pusaka dan songsong agung milik desa merupakan prosesi puncak merti desa. Kegiatan ini untuk nguri-uri kebudayaan dan meningkatkan kebanggan sebagai warga kelurahan mudal. (git/ton)

Baca juga:  Dana Refokusing Capai Rp 65 Miliar

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya