alexametrics

100 Persen Sekolah, Pulihkan Skema Pendidikan

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Wonosobo – Skema pembelajaran jarak jauh (PJJ) dan 50 masuk sekolah bagi siswa SD dan SMP di Kabupaten Wonosobo telah dihentikan. Saat ini setiap sekolah telah diperbolehkan masuk 100 persen.

“Sudah kita hentikan sejak pertengahan Mei kemarin. Dan sudah kita perbolehkan untuk masuk 100 persen bagi seluruh siswa di sekolah,” terang Sekretaris Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Wonosobo Slamet Faizi baru-baru ini.

Pihaknya akan melakukan skema pemulihan dalam dunia pendidikan. Pasalnya, sejak PJJ dilakukan sepanjang dua tahun itu banyak hal yang berubah. Terutama dalam psikologi anak. Adanya PJJ dan ketentuan 50 persen sekolah membuat anak kurang merasa dekat dengan lingkungan sekolahnya. “Dan adanya pemulihan ini kita harapkan bisa mengembalikan seluruh aspek yang dulu sempat hilang,” bebernya.

Baca juga:  Tekan Politik Uang dengan Kesepakatan Kandidat

Ia mencontohkan tradisi yang berlangsung dan sempat hilang itu seperti upacara bendera setiap hari Senin, antar siswa bisa duduk bersebelahan. Juga sebelum masuk kelas setiap anak bisa bersalaman dengan gurunya.

“Hal-hal itulah yang ingin kita kembalikan. Sebab selama ini mereka hanya menatap layar di laptop dan gadget di rumah. Kali ini mereka akan bisa bertatap muka secara langsung dan bersosialisasi dengan intens,” katanya.

Namun meski telah diberlakukan siswa sekolah masuk 100, pihaknya tetap meminta penerapan protokol kesehatan. Sehingga siswa tetap sehat dan orang tua yang bisa lebih percaya dengan pihak sekolah.

Selain itu, ia mengharapkan dengan diperbolehkannya 100 anak masuk sekolah juga akan mengembalikan seluruh ekosistem pendidikan. “Kita pastikan ini akan berlangsung terus ke depan. Semoga skema pemulihan ini bisa berjalan dengan baik di setiap sekolah yang ada,” tandasnya. (git/lis)

Baca juga:  Langgar Disiplin, Guru P3K Terancam Sanksi

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya