alexametrics

Airnav Deteksi 14 Balon Udara Liar, 11 Diantaranya dari Jateng

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Wonosobo – Penerbangan balon udara liar di Kabupaten Wonosobo terus mengalami penurunan dari tahun ke tahun. Dari puluhan temuan balon udara liar yang masih beredar itu nol kasus ditemukan dari Wonosobo.

“Untuk tahun 2022 ini dari tanggal 29 april sampai sekarang sudah ada temuan 14 balon liar yang dilaporkan oleh pilot penerbangan,” terang Humas Airnav Indonesia, Syafriadi saat melakukan pantauan langsung penerbangan balon udara dengan ditambatkan oleh Forum Komunikasi Pemuda Kelurahan Sambek (FKPS) Wonosobo, Rabu (4/5/2022) pagi.

Ia menyebut jika dari 14 balon liar yang telah mengudara itu ada 11 temuan dari Jawa Tengah dan tiga dari Jawa Timur. Dan yang menarik menurutnya dari laporan yang masuk tidak ada satupun titik yang diketahui berasal dari Wonosobo.

Baca juga:  Kabupaten Layak Anak Kategori Madya

“Justru beberapa yang terbang ditahun ini titiknya ada di kabupaten yang dekat dengan Wonosobo dan beberapa titik masih di pekalongan. Kita belum temukan kasus dari wonosobo,” ujarnya.

Selain itu penurunan jumlah balon liar yang terbang diakui pihak airnav terus mengalami penurunan dari tahun ke tahun. Dari 2017 jumlah temuan masih ada di angka 84, tahun 2018 ada 77 laporan, ditahun 2019 menurun menjadi 63 laporan, tahun 2020 ada 24 laporan dan tahun 2021 ada 20 laporan.

“Tentu ini menjadi langkah yang bagus. Sosialisai yang kita lakukan bersama pemerintah Wonosobo berjalan dengan baik,” katanya.

General Manager AirNav Indonesia Yogyakarta, Samsu Eriyanto tentu mengapresiasi warga Wonosobo yang sudah memenuhi peraturan yang ada. Yakni dengan menerbangkan balon udara dengan cara ditambatkan sehingga tidak bisa terbang bebas.

Baca juga:  Vanessa Angel dan Suami Dikabarkan Tewas Kecelakaan di Tol Nganjuk

“Dengan menerbangkan balon udara ditambatkan, warga tetap bisa mempertahankan tradisi yang sudah ada sejak lama sekaligus menjaga keselamatan pesawat terbang. Hanya penerbangan balon udara secara bebas yang tidak diperbolehkan,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat menyatakan penerbangan balon udara tradisional sudah menjadi tradisi lama dan bersifat turun-temurun di masyarakat di setiap moment perayaan Idul Fitri. Banyak sekali warga yang nguri-uri tradisi tersebut.

“Namun kini karena penerbangan balon udara dapat membahayakan pesawat terbang, maka penerbangan balon udara harus dilakukan dengan cara ditambatkan menggunakan tali. Penerbangan balon udara juga telah jadi ikon baru dunia pariwisata,” tandasnya. (git/bas)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya