alexametrics

Aliran Air di 10.071 Rumah Terganggu

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Wonosobo – Pipa penyalur air bersih dari sumber mata air Mangli terputus. Suplai air bersih di tiga kecamatan terganggu. Lebih dari 10 ribu rumah terkena dampak.

Direktur Teknis Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Adji Wonosobo Suparno mengatakan, pelanggan yang terganggu berada di Kecamatan Kaliwiro, Wadaslintang dan sebagian Leksono.

“Tiga hari yang lalu dua transmisi pipa kita yang berada di jalur Juwanta – Gunung Beser terkena bencana,” terangnya saat melakukan tinjauan secara langsung pada Kamis (14/4).

Air dari sumber Mangli selama ini disalurkan melalui dua transmisi pipa dengan diameter 25 sentimeter. Kekuatannya 120 meter kubik per detik. “Kedua pipa transmisi ini semuanya terbawa longsor. Kalau dihitung dari panjang pipa yang kita butuhkan itu ada 160 meter panjangnya,” terangnya.

Baca juga:  Kesadaran PPKM Tinggi, Dusun Kyuni Jadi Percontohan

Lantaran terkena bencana akhirnya suplai air di 90 desa sempat tersendat. Dengan jumlah pelanggan tetap yang terganggu mencapai 10.071 Sambungan Rumah (SR). Dari estimasi dari Kecamatan Kaliwiro sebesar 6.500 SR, Wadaslintang 3.500 SR, sisanya dari kecamatan Leksono.

“Kami dibantu relawan terus droping air dengan menggunakan sembilan kendaraan ke sana. Bahkan dengan meminta bantuan dari luar kota agar warga bisa tercukupi kebutuhan airnya,” katanya.

Dalam beberapa hari terakhir, PDAM masih terus memperbaiki pipa transmisi yang terputus. Dengan memasang kembali pipa secara bertahap. “Hari ini (kemarin, red) satu pipa sudah bisa kita gunakan. Satu pipa lagi ini sedang terus dikebut sehingga besok (hari ini, red) sudah selesai,” katanya.

Baca juga:  H+3 Lebaran, Arus Lalu Lintas ke Objek Wisata Dieng Meningkat

Menurutnya pengerjaan ini perlu dipercepat karena hanya dalam hitungan hari saja banyak warga yang terdampak. Selain itu, PDAM juga menanggung kerugian hingga ratusan juta rupiah.

“Dari hasil estimasi yang kita hitung, jika debit mencapai 120 meter (kubik) per detik di kali tiga hari, dengan harga air per meter kubik mencapai Rp 1600 akan ketemu angka Rp 829.000.000 total kerugian yang harus kita tanggung,” tandasnya. (git/ton)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya