alexametrics

Gula Semut Made In Wonosobo Diekspor hingga Kanada dan India

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Wonosobo – Bisnis gula semut di wilayah Wonosobo ternyata cukup menjanjikan. Melimpahnya bahan baku membuat gula semut bisa jadi alternatif bagi UMKM untuk berkembang. Di Desa Gondowulan Kecamatan Kepil olahan ini bahkan sudah tembus sampai mancanegara.

Warga Mendongan Desa Gondowulan Kecamatan Kepil Siti Mungawnah dan suaminya Muh Na’ Ngam salah satu pelaku usaha gula semut yang sukses. “Di gula semut ini, kami berdiri sejak 2016 lalu, bermula karena melihat potensi kelapa di sini sangat baik dan karena ini menjadi penghasilan satu-satunya bagi para petani, maka kami mempunyai ide untuk mengubah menjadi gula semut agar harganya naik,” tutur Siti Senin (28/3).

Baca juga:  Terbesar di Dieng, Arca Ganesha 1,4 Meter Ditemukan Terkubur Tanah

Dalam satu bulan Siti mampu memproduksi 18 hingga 22 ton gula semut. Meski masih ikut sub ekspor ia berhasil menembus pasar ke Kanada dan India.

“Dan untuk nasional kami sudah rutin mengirim ke dapur paspampres (pasukan pengamanan presiden) 3 ton tiap bulannya,” ungkapnya.

Muh Na’ Ngam menambahkan, sedikitnya empat wilayah di Kecamatan Wonosobo ini memiliki peluang yang cukup besar untuk mengolah hasil kelapa. Mulai dari Kecamatan Kepil, Kalibawang, Kaliwiro dan Wadaslintang yang juga menjadi sentra penghasil turunan olahan kelapa. Ia telah melibatkan 362 orang petani yang masuk dalam koperasi produsen gula semut.

“Banyak petani yang mengandalkan sektor ini sebagai satu-satunya mata pencaharian mereka selain menjadi buruh,” terangnya.

Baca juga:  Lima Program Menuju Wonosobo Hebat

Wakil Bupati Wonosobo Muh Albar mengatakan, karena sudah masuk pasar ekspor, maka harus memperhatikan beberapa faktor. Mulai dari segi kualitas, kuantitas dan kontinuitas serta komitmen.

Gus Albar juga minta agar dilakukan peremajaan, dengan mengganti varian baru pohon kelapa, dengan bibit genjah entok yang tumbuh tidak terlau tinggi. “Karena ini sudah masuk pasar ekspor, saya berharap di tingkat lokal bisa lebih digandrungi,” jelasnya. (git/ton)

 

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya