alexametrics

Jual Nuri Merah, Warga Dusun Limbangan Terancam 5 Tahun Penjara

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Wonosobo – Seorang pemuda berinisial IR, 23, warga Dusun Limbangan, Desa Mudal, Kecamatan Mojotengah ditangkap polisi saat akan menjual satwa dilindungi. Pelaku kini terancam hukuman lima tahun penjara.

Kapolres Wonosobo AKBP Ganang Nugroho Widhi mengungkapkan, penangkapan terjadi pada Rabu (9/3) lalu. Bermula saat ada petugas Polres Wonosobo sedang membayar ongkos reparasi handphone miliknya di salah satu konter di Jalan A. Yani Nomor 84A, Kampung Tosari, Kecamatan Wonosobo.

“Saat di konter HP tersebut, petugas kepolisian menjumpai ada seseorang laki-laki yang mencurigakan berada di pinggir jalan raya yang sedang memakirkan sebuah sepeda motor Honda CBR warna merah dan membawa 1 buah kardus berwarna cokelat yang diikat di atas jok motor bagian belakang,” katanya saat pers rilis di Mapolres Wonosobo Selasa (22/3).

Baca juga:  Jalan Rusak Tersebar di Tiga Kecamatan, Perlu Ekstra Waspada saat Melintas

Karena gerak-geriknya mencurigakan, kemudian petugas menghampiri laki-laki tersebut dan memeriksa barang bawaannya. Saat diperiksa, ternyata ia kedapatan membawa 1 ekor burung Nuri warna merah yang berada dalam kardus. “Selanjutnya dari pengakuan terlapor bahwa burung Nuri warna merah tersebut akan dijual kepada seseorang yang tidak dikenal,” bebernya.

Burung Nuri berwarna merah tersebut adalah satwa yang dilindungi oleh negara. Maka petugas mengamankan pelaku beserta barang bukti guna proses hukum lebih lanjut.

“Pelaku diduga melanggar pasal 40 ayat (2) jo. Pasal 21 ayat (2) huruf a Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara dan denda Mmaksimal Rp 100 juta,” tegasnya.

Baca juga:  Polda Jateng Ingatkan untuk Tetap Prokes

Sementara itu, IR mengaku membeli burung Nuri warna merah tersebut dari salah satu orang di wilayah Temanggung seharga Rp 800 ribu. Awalnya berniat untuk dipelihara, namun karena biaya pakannya mahal sehingga ia berniat untuk menjual burung tersebut.

“Saya jual burung tersebut seharga Rp 1,3 juta. Kemudian ada orang yang menghubungi melalui aplikasi WA dan menawarnya, kemudian deal seharga Rp 1,2 juta,” jelasnya. (git/ton)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya