alexametrics

Dinding Kelas Retak, Siswa SD Negeri 2 Pecekelan Terpaksa Belajar Bergantian

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Wonosobo – Ratusan bencana tanah longsor terjadi di Kabupaten Wonosobo dalam sepekan terakhir ini menyebabkan sejumlah rumah, jalan, fasilitas umum dan gedung sekolah terdampak. Salah satunya adalah gedung sekolah SD Negeri 2 Pecekelan. Dinding salah satu ruang kelas retak.

Akibatnya, kegiatan belajar mengajar para siswa sekolah dasar yang terletak di Desa Pecekelan, Kecamatan Sapuran tersebut terganggu. Sejumlah siswa terpaksa harus masuk sekolah secara bergantian usai longsor pada Senin (14/3) malam lalu.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Wonosobo Bambang Triyono menyampaikan, peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 18.30 WIB. Bermula pada saat wilayah tersebut diguyur hujan deras selama 2 jam. Akibatnya sebuah tebing dengan tinggi 4 meter dan panjang 5 meter yang berada di belakang gedung SD N 2 Pecekelan longsor.

Baca juga:  Tercatat Ribuan Anak Usia 7-8 Tahun di Wonosobo Tidak Sekolah

“Tebing yang berada di sekolah tersebut longsor dan menerjang gedung kelas 6. Tidak ada korban jiwa maupun luka, namun menyebabkan dinding ruang tersebut retak-retak dan miring,” katanya seusai meninjau gedung SD N 2 Pecekelan pada Minggu (20/3).

Dengan kondisi tersebut, lanjutnya, ruang kelas 6 tidak bisa digunakan kembali. Selain itu, ada dua ruang kelas lainnya yang sementara ini tidak digunakan untuk kegiatan belajar mengajar. Hal itu karena ada rekahan sepanjang 20 meter pada tebing di atas gedung sekolah yang berpotensi terjadi longsor susulan.

“Karena dinilai membahayakan, sehingga ada 3 ruang kelas yang untuk sementara ini tidak dipakai. Puluhan siswa terpaksa harus masuk bergantian dan belajar di ruang kelas yang masih aman,” bebernya.

Baca juga:  2021, Tahun Recovery Wonosobo

Tanah longsor diduga disebabkan kontur tanah yang labil, serta tingginya intensitas hujan yang terjadi di wilayah Kabupaten Wonosobo dalam beberapa pekan terakhir ini. Hingga saat ini material tanah longsor belum dievakuasi, sehingga kebutuhan mendesak yang harus dilakukan adalah pengerukan material longsor. “Penutupan rekahan tebing yang ada di atas sekolah juga mendesak dilakukan untuk mencegah potensi longsor susulan,” tandasnya. (git/ton)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya