alexametrics

Pengolahan Salak Jadi Mulok di Espero

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Wonosobo – Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Wonosobo serius menggarap pembelajaran muatan lokal (mulok) di setiap wilayah. Setelah meresmikan tari lengger sebagai salah satu mulok di Kecamatan Watumalang, kali ini salak ditetapkan sebagai mulok di Kecamatan Sukoharjo.

SMP Negeri 2 Sukoharjo (Espero) mengambil olahan salak sebagai muatan lokalnya. Hal itu dilakukan karena Sukoharjo merupakan salah satu daerah di Kabupaten Wonosobo yang memiliki potensi salak pondoh yang melimpah.

“Produksi salak pada 2020 mencapai 54.928 ton. Dengan besarnya hasil panen yang menjanjikan ini, saya kira penting untuk dijadikan pilihan mulok bagi siswa di SMP 2 ini,” ujar Kepala SMPN 2 Sukoharjo Sapto pada Gebyar Espero dan Pentas Seni di SMP Negeri 2 Sukoharjo yang diresmikan Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat, Selasa (16/3).

Baca juga:  TPA Wonorejo Setiap Hari Terima 150 Ton Sampah

Ia melihat produksi buah tersebut menjadi bagian dalam kehidupan masyarakat di wilayah Sukoharjo. Sehingga hal ini bisa mendorong kearifan lokal bagi siswa untuk terus mengeksplore manfaat buah tersebut. “Dan inilah saya kira alasan pemilihan pengolahan salak di sekolah ini. Agar bisa memberikan ilmu kewirausahaan siswa-siswi,” ungkapnya.

Mulok pengolahan salak ini nantinya akan masuk dalam mata pelajaran tertentu yang relevan dengan pengolahan salak. Sementara Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Kabupaten Wonosobo Tono Prihatono menegaskan, setiap sekolah memiliki kebijakan untuk menentukan dan mengimplementasikan mulok masing-masing. Dan untuk sistem pembelajaran, standar penilaian ataupun silabus tiap mulok yang dipilih, disesuaikan dengan kebijakan sekolah masing-masing.

Baca juga:  Jalan Wonosobo-Purworejo Tertutup 7 Jam

“Setiap satuan pendidikan SD, SMP,  berdasarkan peraturan bupati wajib menyusun muatan lokal. Ada tiga yang diwajibkan bagi sekolah. Satu sudah, yaitu bahasa Jawa, sisanya sekolah diberikan keleluasan untuk memilih kearifan lokal di wilayah masing-masing. Dari ini diharapkan menjadi bentuk mendidik kewirausahaan kepada peserta didik. Sehingga nantinya sekolah bisa menjalin kerja sama dengan masyarakat setempat untuk mendorong kerifan lokal tersebut yang disesuaikan di wilayah masing-masing,” jelas Tono.

Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat mengapresiasi dan memberikan penghargaan kepada seluruh civitas SMP Negeri 2 Sukoharjo yang sudah bergerak cepat dalam mengimplementasikan kurikulum muatan lokal tersebut. (git/lis)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya