alexametrics

Jaga 36 Ha Hutan Masih Lestari di Hulu Serayu

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Wonosobo – Kawasan Pariwisata Telaga Warna dianggap menjadi benteng terakhir konservasi di kawasan hulu Sungai Serayu, Dieng. Pasalnya, hingga saat ini masih ada sekitar 36 hektare lahan milik BKSDA Provinsi Jateng itu yang masih tetap lestari. Tanpa alih fungsi lahan.

“Tumbuhan ini memang sudah ada sejak puluhan tahun yang lalu. Dan kami sebisa mungkin untuk terus menjaga kelestarian ini,” terang Pengawas Kawasan Wisata Telaga Warna Agus Purnomo saat merayakan Hari Bakti Rimbawan Nasional yang digelar di sekitar komplek wisata itu pada Rabu (16/3).

Ia menjelaskan saat ini sedikitnya ada 36 hektare luasan yang dikelola oleh  Balai KSDA Jawa Tengah resort konservasi wilayah Wonosobo. Dan dari luasan yang dilindungi oleh BKSDA itu tak satupun lahan yang diperbolehkan untuk alih fungsi lahan.

Baca juga:  Tak Terpengaruh Isu Penundaan, Tetap Lakukan Tahapan Pilkada

“Tugas kita untuk menjaga kelestarian hutan dan tumbuhan endemik asli di wilayah Dieng itu. Bahkan hanya untuk membersihkan satu pohon yang tumbang saja izinnya harus benar-benar jelas,” ungkapnya.

Ia menyebut di luar wilayah kawasan telaga, sudah banyak lahan yang dialihfungsikan. Mulai dari ditanami kentang hingga dibangun rumah-rumah homestay di wilayah hulu Dieng ini. “Dan yang menjadi wilayah kelola kita di BKSDA, kita bisa pastikan tidak ada yang berubah,” ujarnya.

Bahkan saat memasuki musim kemarau, banyak petani yang justru memanfaatkan air di kawasan Telaga Warna untuk dimanfaatkan para petani. Dengan membuat pipa air untuk menyirami tanaman yang ada di sekeliling telaga tersebut.

Baca juga:  Berkat Lumbung Pangan, Hasil Panen Petani Wonosobo Meningkat

Kepala Resort Konservasi Wilayah Wonosobo Adi Antoro menjelaskan untuk mempertahankan kebersihan dan kelestarian di wilayah tersebut, pihaknya melakukan upaya penanaman pohon dan bersih-bersih di sekitar kawasan tersebut.

“Kita berupaya untuk melakuan penanaman pohon endemik Dataran Tinggi Dieng. Kali ini kita tanam  jenis puspa dan bintami sebanyak 100 batang di sepanjang pinggir Telaga Warna dan Telaga Pengilon,” ungkapnya.

Pihaknya juga berharap hutan di Kabupaten Wonosobo bisa lestari dan memberikan manfaat konservasi untuk masyarakat. Seperti diketahui jika dalam beberapa waktu yang lalu banjir beberapa kali telah terjadi di daerah hulu Dieng. Pemkab Wonosobo sendiri meyakini jika alih fungsi lahan di kawasan tersebut menjadi penyumbang utama kerusakan alam di wilayah tersebut. (git/lis)

Baca juga:  Protes, Fraksi Gerindra Walk Out

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya