alexametrics

Senderan Longsor Timpa Rumah

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Wonosobo – Nasib apes dialami Suliyah warga Dusun Igir Kedawung, Desa Tracap, Kecamatan Kaliwiro. Rumahnya yang belum lama selesai dibenahi tertimpa senderan yang longsor pada Minggu (13/3) lalu. Akibatnya, penghuni rumah yang tinggal sebatang kara itu harus mengungsi.

Kaur Dusun (Kadus) Tracap Ahmad Makhfud mengatakan, Suliyah berstatus janda. Ia tinggal sendiri di rumahnya yang berada di RT 07, RW 02 Dusun Igir Kedawung. Di akhir 2021 lalu, ia mendapatkan bantuan bedah rumah dari pemerintah desa. Namun saat ini rumahnya tak bisa ditinggali lagi.

“Saat kejadian berlangsung ia sedang salat asar di kamarnya. Beruntung ia berhasil menyelamatkan diri setelah mendengan suara dari ambrolnya senderan rumah yang berada persis di atasnya,” terang Makhfud saat menjelaskan kembali kronologis kejadian itu Senin (14/3).

Baca juga:  Kasus Balita Stunting di Jateng Tertinggi di Wonosobo, Terendah di Semarang

Rumah tersebut saat ini sudah kosong. Sebab sebagian besar dinding rumahnya terkena material yang ambrol. Barang-barang yang dimiliki korban dipindahkan ke rumah tetangganya. Sementara saat ini korban lebih memilih mengungsi ke rumah anaknya. “Demi keamanan, kita memang minta untuk sementara jangan ditinggali terlebih dahulu. Karena kita khawatir jika akan terjadi longsor susulan,” ungkapnya.

Untuk mempercepat evakuasi, puluhan warga dibantu relawan, TNI dan Polri langsung melakukan kerja bakti untuk membersihkan material longsor selama beberapa hari ke depan.

Relawan SAR Kaliwiro Habib kejadian bermula dari hujan dengan intensitas tinggi dalam beberapa jam mengguyur sebagian besar wilayah Kecamatan Kaliwiro. Saat hujan mulai reda pukul 16.30, tiba-tiba senderan rumah milik Wagino, 56, di RT 06, RW 02 longsor dan menimpa rumah Suliyah yang berada di bawahnya.

Baca juga:  Menikmati Kejernihan Telaga Bedakah

“Senderan sepanjang kira-kira 12 meter dan lebar 10 meter longsor menimpa rumah yang ada di bawahnya. Beruntung dari kejadian tersebut tak ada korban jiwa,” ujarnya.

Atas kejadian tersebut, gudang milik Wagino telah dibongkar lantaran dalam kondisi setengah tergantung. Sementara rumah milik Suliyah yang tertimpa material harus dikosongkan. Kerugian ditaksir mencapai Rp 80 juta. (git/ton)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya