alexametrics

Tari Lengger jadi Muatan Lokal Pembelajaran

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Wonosobo – Tari lengger di Kabupaten Wonosobo resmi ditetapkan menjadi muatan lokal (mulok) dalam pembelajaran siswa di seluruh sekolah yang ada di Kecamatan Watumalang. Hal ini dilakukan untuk tetap melestarikan tradisi kesenian asli masyarakat di wilayah tersebut.

“Ini adalah upaya merespon besarnya animo masyarakat terhadap tari lengger,” terang Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Wonosobo Tono Prihartono saat mengikuti acara pergelaran budaya siswa SMP Negeri 1 Watumalang Minggu (13/3).

Di Kecamatan Watumalang saat ini sudah muncul beberapa sanggar kesenian lengger yang aktif. Maka untuk tetap melestarikan kesenian tradisional itu, tari lengger dimasukkan dalam mulok pembelajaran siswa.

“Tujuan lainnya yakni menepis pandangan negatif masyarakat yang kental dengan aroma mistis, atraksi-atraksi yang kurang etis dan mendidik, karena kami ingin membangun kesepahaman antara sekolah, masyarakat, sanggar, pemerintah daerah, serta stake holder bersama mengembangkan kesenian tersebut,” ungkapnya.

Baca juga:  Aliansi Masyarakat Peduli Demokrasi Wonosobo Siap Menangkan Kotak Kosong

Tono akan mendukung penuh tari lengger sebagai mulok unggulan. Dukungan itu diberikan dengan memberikan petunjuk pelaksanaan menyesuaikan jadwal pembelajaran di sekolah. Ia berharap, adanya mulok tari lengger ini akan menumbuhkan kreatifitas bagi siswa. Sehingga mampu membangun citra positif seni tari lengger kepada generasi muda melalui pertujukan yang elegan, serta membangun gairah wisata budaya di Watumalang.

Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat dalam kesempatan tersebut menyampaikan perlunya sinergitas antara sanggar kesenian dan lembaga pendidikan supaya pendidikan dan pengembangan seni dapat sejalan dengan baik.

“Saya mengajak kepada semua pihak atau lembaga terkait, adanya kesepahaman saling mendukung dan kolaborasi satu dengan yang lainnya dalam upaya pengembangan tari lengger di Wonosobo terutama di Kecamatan Watumalang,” tutur Afif.

Baca juga:  Alun-Alun Wonosobo Tetap Buka Saat Malam Tahun Baru

Pergelaran budaya siswa, selain menampilkan tari lengger juga diwarnai dengan pertunjukan geguritan dan pergelaran budaya tambahan mengingat tari lengger merupakan kesenian daerah khas Wonosobo yang layak untuk dilestarikan. (git/ton)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya