alexametrics

Angka Kemiskinan Wonosobo Tertinggi Kedua di Jateng

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Wonosobo – Kemiskinan masih menjadi pekerjaan rumah bagi Pemerintah Kabupaten Wonosobo. Data 2021 menyebut, angka kemiskinan mencapai 17,67 persen alias menempati posisi kedua tertinggi se-Jawa Tengah.

Wakil Bupati Wonosobo M Albar menjelaskan, masalah ini menjadi perhatian semua pihak. Sehingga berbagai upaya mengentaskan kemiskinan terus dilakukan.

“Salah satunya Gerakan Entaskan Kemiskinan Menuju Sejahtera (Gerimis Mesra),” ungkap Ketua Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan (TKPK) Kabupaten Wonosobo ini di Pendopo Wakil Bupati Kamis (3/3).

Ia menjelaskan, munculnya gerakan ini akan mampu memberikan dampak atau sinyal positif bagi masyarakat. Sebab Gerimis Mesra merupakan kolaborasi lintas sektor dengan menyumbangkan bahan makanan atau bahan kebutuhan pokok kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan.

Baca juga:  Meninggal di Kos, Tetangga Tidak Tahu

“Dengan memberikan asupan gizi yang mengandung protein dan kalori tinggi bagi lapisan masyarakat yang benar-benar miskin terdampak covid-19, maka kami utamakan bagi 25 desa di Wonosobo dengan kemiskinan ekstrem,” kata Albar

Albar juga menyinggung permasalahan di sektor pendidikan, kesehatan, infrastruktur, serta ekonomi yang menurutnya juga sebagai penyumbang angka kemiskinan yang masih tinggi.

“Marilah kita bersama tetap optimis dan bekerja keras untuk menyukseskan Gerimis Mesra ini dengan mengkaji dan membuat perencanaan yang matang, sehingga output target angka kemiskinan beberapa bulan ke depan dapat menurun,” jelasnya.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Wonosobo Jaelan Sulat menambahkan, Gerimis Mesra juga mendukung menyukseskan Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) pada Maret dan September 2022.

Baca juga:  Angka Stunting di Wonosobo Masih 12,6 Persen

Jaelan mengimbau agar masyarakat berpartisipasi aktif memberikan data atau informasi yang tepat dan membantu meningkatkan konsumsi makanan warga sangat miskin terhadap Susenas tersebut.

Secara teknis, Jaelan meminta agar seluruh komponen Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), swasta, serta masyarakat juga berpartisipasi aktif. Dengan memberikan bantuan bahan makanan berupa beras, telur, ikan, bandeng, abon, minyak goreng kemasan yang dikumpulkan di Gedung Sasana Adipura paling lambat 4 Maret 2022.

“Melalui Gerimis Mesra ini konsumsi kalori dan protein meningkat serta pendapatan masyarakat juga meningkat sehingga target penurunan kemiskinan mampu di angka 14 persen,” tandasnya. (git/ton)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya