alexametrics

Gotong-Royong Wujudkan Program Unggulan

Setahun Pemerintahan Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat-Wakil Bupati Muhammad Albar

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Hari ini, Sabtu (26/2) Bupati Afif Nurhidayat dan Wakil Bupati Muhammad Albar genap satu tahun memimpin Kabupaten Wonosobo. Sejumlah progres pembangunan terus dikejar untuk diselesaikan.

Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat menjabarkan dalam visi yang diembannya bersama Muhammad Albar itu telah diringkas melalui lima misi. Diimplementasikan melalui lima program unggulan : Wonosobo Maer, Wonosobo Pinter, Wonosobo Sehat, Wonosobo Makmur, dan Wonosobo Aman.

Pengejawantahan dari visi misi tersebut menurutnya tidak mudah. Pihaknya terus meminta untuk bersama-sama bergotong royong dalam mewujudkan program unggulan tersebut. Sehingga dalam program pelaksanaan pembangunan dapat berjalan baik dengan capaian sesuai target dan tujuan yang telah ditetapkan.

“Capaian itu bisa dilihat dari berapa serapan yang kita realisasikan, dan berapa yang hasilnya bisa dilihat,” katanya.

Jika melihat dari hasil realisasi APBD tahun anggaran 2021 sebesar Rp 1,860 triliun lebih atau 91,78 persen. Anggaran tersebut diterima dari beberapa sumber. Mulai dari pendapatan asli daerah (PAD), dana alokasi khusus (DAK), bantuan keuangan (bankeu), dana insentif daerah (DID), dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBH CHT), pajak rokok, dan program hibah jalan daerah (PHJD).

Baca juga:  Bawaslu Wonosobo Tancap Gas Persiapkan Pemilu 2024

Menurut Afif, pembangunan infrastruktur gedung dapat terealisasi Rp 78 miliar atau 82,03 persen. Sedangkan pembangunan infrastruktur jalan terealisasi Rp 74 miliar atau 75,57 persen. “Sepanjang 216,603 kilometer jalan telah tersentuh pemeliharaan rutin maupun berkala, dan pembangunan jalan,” katanya.

Dikatakan, proses pembangunan jalan itu berasal dari pembiayaan dengan skema PHJD. Yakni hibah dari pemerintah pusat kepada pemerintah provinsi/kabupaten, yang bersumber dari APBN rupiah murni.

“Gunanya untuk meningkatkan tata kelola penyelenggaraan jalan daerah, integrasi antar hierarki jalan, kualitas pelayanan jalan dan kinerja jaringan jalan. Kapasitas institusi dan SDM, serta mendorong pemerintah kabupaten untuk meningkatkan alokasi dana pada sektor jalan. Terutama pada aspek pemeliharaan jalan dengan target pemantapan jalan minimal 65 persen,” tuturnya.

Baca juga:  Hadirkan Taman Toga dan Taman Ramah Anak

Pada tahun 2021 melalui skema PHJD, alokasi anggaran untuk Kabupaten Wonosobo sebesar Rp 22 miliar dengan target output pembangunan sepanjang 38,3 kilometer. Ruas 90 (Jalan Rakai Panangkaran), ruas 103 (Jalan Rakai Sanjaya), ruas 89 (Jalan Rakai Garung), dan ruas 39 (Jalan Soeparjo Rustam), merupakan ruas jalan yang ditanggung dengan skema PHJD.

“Keseluruhan ruas jalan tersebut dapat terlaksana dengan baik, dan apresiasi reimbursement yang diperoleh Kabupaten Wonosobo dapat melebihi target, yakni sebesar 96,71 persen dari target 80 persen. Tentu ini melebihi dari target awal yang kita sepakati,” ungkapnya.

Untuk itu, pada tahun 2022 dan 2023, Kabupaten Wonosobo kembali berkomitmen untuk mengikuti skema PHJD. Dan menurutnya, dengan mengikuti skema ini, Kabupaten Wonosobo menjadi satu-satunya kabupaten di Jawa Tengah yang mengikuti program tersebut.

Baca juga:  2.545 Pedagang Siap Pindah

“Selain melalui skema PHJD, peningkatan ruas jalan kabupaten juga dilaksanakan melalui anggaran DAK fisik dan bankeu,” tuturnya.
Anggaran tersebut telah membiayai pemeliharaan rutin jalan sepanjang 160 kilometer, pemeliharaan berkala jalan sepanjang 40,233 kilometer, dan pembangunan jalan 16,37 kilometer.

Di tahun 2022 ini, kebijakan Pemerintah Kabupaten Wonosobo sesuai RPJMD 2021-2026 khususnya terkait kondisi jalan kabupaten, telah menjadi program prioritas dalam Wonosobo Maer. Pemerintah berupaya sekuat tenaga melalui berbagai sumber anggaran seperti DAK, bankeu provinsi, dan PHJD, serta telah menganggarkan Rp 169,4 miliar. (git/adv/lis)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya