alexametrics

Enam Hektare Tanah di Dusun Karangtengah Wonosobo Alami Pergerakan Tanah

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Wonosobo – Sedikitnya enam hektare tanah di Dusun Karangtengah, Desa Sawangan, Kecamatan Leksono, Wonosobo alami pergerakan tanah cukup parah. Retakan tersebut masuk ke daerah perkampungan. Akibatnya, beberapa rumah dan fasilitas pendidikan sekolah rusak.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Wonosobo Bambang Triyono menjelaskan, retakan tanah di lokasi itu bukan hanya sekali terjadi. Tercatat sudah tiga kali terjadi dengan pergerakan tanah yang cukup lebar. Yakni mulai 2005, 2015 dan 2019 lalu.

“Pergerakan tanah tersebut terjadi saat musim hujan tiba. Di tahun-tahun sebelumnya pergerakan tanah tidak separah pada awal 2022 ini,” jelasnya.

Menurut Bambang, berdasarkan laporan dari Pemerintah Desa Sawangan, tanah yang bergerak seluas 6 hektare. Tanah yang amblas dan retak setinggi 6 meter dengan panjang kurang lebih 100 meter. Hal itu, lebih luas dan parah dari kejadian sebelumnya. Akibat pergerakan tanah itu, jalan desa amblas sepanjang 60 meter dan tidak bisa dilewati kendaraan bermotor.

Baca juga:  800 Santri Wonosobo Terima Vaksin

“Dua ruangan gedung SDN Sawangan 2 tidak dapat difungsikan karena retak dan kondisinya miring,” jelasnya Minggu (20/2).

Beberapa rumah warga Karangtengah dan Kalimanggis Sawangan juga mengalami retak dan membahayakan bagi penghuninya. Lahan persawahan dan perkebunan amblas dan muncul sumber mata air baru.

“Tim BPBD telah melakukan cek lokasi untuk mengambil langkah-langkah yang diperlukan guna menghindari bencana yang lebih besar,” tegas Bambang.

Kemarin, hujan disertai angin kencang juga merusak tujuh rumah di Kelurahan Mlipak, Kecamatan Wonosobo. Mayoritas kerusakan terjadi di bagian atap. “Ada tujuh rumah yang rusak bagian atapnya, dan ada satu musala yang rusak terkena angin kencang sekitar pukul 13.30 WIB,” kata Bambang.

Baca juga:  Beri Dukungan sekaligus Serap Masalah PKL

Meski begitu, Bambang memastikan tidak ada korban jiwa atau luka akibat angin kencang tersebut. Saat ini yang dibutuhkan warga adalah seng untuk memperbaiki atap rumah. Warga melakukan perbaikan atap rumah secara gotong royong. Hal ini untuk mengantisipasi terjadi hujan. (git/ton)

 

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya