alexametrics

Tiga Langkah Atasi Persoalan Lingkungan

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Wonosobo – Wakil Bupati Wonosobo Muhammad Albar mengecek kawasan Dieng pascabanjir dan longsor yang terjadi Rabu sore lalu. Albar menegaskan perlunya kesadaran warga untuk menyelesaikan persoalan lingkungan di kawasan Dieng.

“Kita butuh banyak pihak yang harus terlibat dalam menyelesaikan persoalan lingkungan. Tapi yang paling utama adalah kesadaran masyarakat,” terangnya setelah melakukan peninjauan ke beberapa lokasi longsor di kawasan Dieng.

Persoalan lingkungan hidup di kawasan Dieng perlu dilakukan dengan beberapa langkah. Yakni dengan menyelesaikan proyeksi jangka pendek, menengah dan panjang. Di jangka pendek ini, Pemkab akan melakukan beberapa pembenahan. Salah satunya dengan bergotong-royong bersama berbagai instansi dan warga membenahi drainase yang menyempit di beberapa titik.

Baca juga:  Korban Jembatan Ambruk masih trauma

“Solusi jangka menengahnya kesadaran warga yang perlu dibangun. Dengan menanam pohon yang bisa menahan erosi,” ujarnya.

Sementara solusi jangka panjangnya, Pemkab akan berkoordinasi dengan Disdikpora dan DLH untuk merumuskan materi di bangku sekolah. Menanamkan kesadaran sejak dini arti pentingnya merawat bumi.

Sebelumnya, hujan deras menyebabkan tanah longsor dan banjir di sejumlah titik di kawasan dataran tinggi Dieng, Rabu (9/2) sore. Akibatnya jalan menuju Dieng sempat tertutup dan seorang pengendara luka-luka terkena longsor.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Wonosobo, Bambang Triyono mengungkapkan ada 3 titik longsor dan banjir yang terjadi di beberapa di kawasan Dieng, Kecamatan Kejajar.

“Material longsor membuat kemacetan di ruas jalan menuju Dieng dan 1 orang pengendara mengalami luka-luka,” katanya saat dikonfirmasi, Kamis (10/2).

Baca juga:  Baliho Kotak Kosong akan Diturunkan

Lebih lanjut, tiga titik longsor tersebut terjadi di Desa Parikesit, Desa Kalilembu dan Desa Sikunang Kecamatan Kejajar. Sementara banjir di Desa Sikunang, Kecamatan Kejajar. Di Desa Parikesit, tebing setinggi 3 meter dan lebar 2 meter longsor menutup jalan provinsi menuju Dieng.

“Longsor kedua di Desa Kalilembu, Kecamatan Kejajar. Tebing setinggi 30 meter dan lebar 20 meter menutup jalan menuju Dieng dan menyebabkan kemacetan sepanjang 3 km. Selain itu, ada 2 unit motor tertimbun dan mengakibatkan 1 pengendara luka-luka,” bebernya.

Longsor juga terjadi di Desa Sikunang, Kecamatan Kejajar. Tebing setinggi 8 meter longsor menutup jalan menuju Sembungan. Selain itu, banjir juga terjadi di desa tersebut. Banjir disebabkan tersumbatnya saluran irigasi, sehingga air meluap ke jalan dan masuk ke rumah warga. (git/lis)

Baca juga:  Proyeksi Food State Tepat Sasaran

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya