alexametrics

Sertifikat Uji Nutrisi, Genjot Daya Saing IKM

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, WONOSOBO – Dinas Tenaga Kerja, Perindustrian dan Transmigrasi (Disnakerintrans) Kabupaten Wonosobo dorong puluhan industri kecil melakukan pelabelan nutrisi pada produk makanan dan minuman bagi konsumen. Ini dilakukan agar para pelaku usaha berkembang.

Kemarin sebanyak 32 IKM menerima uji nutrisi yang merupakan kerja sama antara Disnakerintrans Kabupaten Wonosobo dengan laboratorium Lembaga Pengembangan Pembelajaran dan Penjaminan Mutu (LP3M) Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto di Pendopo Bupati, kemarin (21/1).

Wakil Bupati Wonosobo Muhammad Albar yang menyerahkan sertifikat uji nutrisi tersebut menyampaikan, Pemkab Wonosobo berupaya meningkatkan mutu dan daya saing produk hasil industri lokal. Geliat sektor perindustrian di Kabupaten Wonosobo semakin meningkat meskipun berada di tengah pandemi Covid-19.

Baca juga:  Kades di Wonosobo Wajib Catat Pemudik yang Datang

“Kontribusi sektor industri pengolahan di Kabupaten Wonosobo, ditopang oleh industri pengolahan makanan dan minuman atau industri pangan,” jelasnya.

Dalam meningkatkan peran strategisnya, pemerintah senantiasa mengupayakan pemberdayaan industri kecil dan menengah. Hal ini untuk mewujudkan industri kecil dan menengah yang berdaya saing. Mampu berperan secara signifikan dalam penguatan struktur industri nasional, pengentasan kemiskinan, perluasan kesempatan kerja serta mampu menghasilkan barang dan jasa untuk keperluan ekspor.

“Salah satu upaya mewujudkan daya saing produk adalah melalui standarisasi atau sertifikasi. Namun baru sebagian kecil dari industri kecil dan menengah yang memiliki sertifikasi,” katanya.

Ia berharap ke depan akan semakin banyak fasilitasi sertifikasi atau standarisasi produk olahan di Wonosobo. Termasuk sertifikasi uji nutrisi, sertifikasi halal. Serta di dalamnya memperhatikan packaging atau pengemasan produk agar bersaing dengan produk lainnya di era industri.

Baca juga:  Nasib Kotak Kosong di Tangan PPP

Pada kesempatan itu Kepala Disnakerintrans Wonosobo Prayitno mengatakan, label nutrisi merupakan panduan sekaligus bentuk perlindungan konsumen dalam membeli produk. Melalui label nutrisi konsumen dapat mengetahui komposisi penting dalam produk tersebut. Hal itu penting dilakukan karena komposisi dan kandungan produk tersebut bisa diketahui manfaatnya.

Prayitno juga menyampaikan baru sebagian kecil IKM di Wonosobo yang mempunyai sertifikat uji nutrisi. Di tahun 2021 Pemkab memfasilitasi 32 IKM untuk memperoleh sertifikat uji nutrisi. Sedangkan 2022 Pemkab akan memfasilitasi 30 IKM untuk bisa memperoleh sertifikat uji nutrisi. (git/lis)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya