alexametrics

Pola Tanam Salah, Sedimentasi Tinggi

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, WONOSOBO – Komoditas kentang Kabutapaten Wonosobo masih jadi unggulan. Sayangnya hingga saat ini pola penanaman dianggap belum ramah lingkungan.

“Kentang Wonosobo utamanya yang ada di Dataran Tinggi Dieng dan kaki Gunung Sindoro merupakan komoditas unggulan. Tetapi pola tanamnya belum ramah lingkungan,” ungkap Kepala Dispaperkan Kabupaten Wonosobo Dwiyama SB saat mengunjungi Desa Igirmranak, Kejajar baru-baru ini.

Menurutnya, tanaman kentang di Wonosobo pada umumnya membelah kontur bukan nyabuk gunung. Padahal sebagian besar petani menanam di lereng gunung atau bukit.

“Dengan pola tanaman begitu akan berdampak lapisan tanah bagian atas mudah larut terbawa air, sehingga menimbulkan sedimentasi yang tinggi,” katanya.

Lanjut dia, sebenarnya pola tanam nyabuk gunung sudah dicontohkan oleh orang tua atau petani dahulu. Dengan cara itu tanah tidak mudah longsor dan tanah tidak larut terbawa air ke sungai. “Pola tanam ramah lingkungan sudah diajarkan orang tua kita sejak dulu kalau di lereng, ya nyangkulnya nyabuk gunung,” ujarnya.

Baca juga:  Menteri Siti Nurbaya Minta Telaga Warna Didesain Ulang

Di sisi lain, tanaman kentang merupakan jenis umbi-umbian, yang banyak menyerap unsur hara tanah. Sehingga dengan kondisi seperti saat ini, asupan luar menjadi sangat banyak. “Itulah yang menjadikan kebutuhan pupuk petani kentang sangat banyak,”tandasnya.

Kepala Desa Igirmranak Kejajar Joko Trisadono mengatakan bahwa mayoritas petani di desanya menanam kentang. Namun masih sedikit yang menjalankan pola tanam ramah lingkungan. “Sebagian besar belum ramah lingkungan, seperti dari pola tanam hingga pemeliharaan tanaman,” katanya.

Menurutnya dampak yang terjadi, tanah pertanian di desanya mengalami pengurangan kualitas yang cukup signifikan. “Dulu zaman bapak saya, ketebalan lapisan tanah paling atas itu mencapai 60 cm sampai 1 meter. Sekarang kita lihat ketebalan tanah tinggal 30 cm, ” ujarnya. (git/lis)

Baca juga:  Tanah Gerak Masih Ancam Kaliwiro

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya