alexametrics

Maksimalkan Layanan Terintegrasi

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, WONOSOBO – Pemkab Wonosobo terus berupaya memberikan layanan publik kepada masyarakat dengan berbasis pada data akurat yang terintegrasi. Terbukti Rabu (29/12), sejumlah dinas melakukan rapat bersama untuk teken kontrak.
Yakni Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Badan Pengelolaan Pendapatan Keuangan dan Aset Daerah serta RSUD KRT Setjonegoro. Kesemuanya menandatangani memorandum of understanding (MOU) Hak Akses Pemanfaatan Data Kependudukan (HAPDK) di aula Wijaya Kusuma RSUD Setjonegoro.

Sekretaris Dinas Dukcapil Yusuf Hariyanto ketika ditemui di sela acara menjelaskan MoU tersebut merupakan awal dari upaya memaksimalkan data kependudukan untuk mendukung layanan publik secara lebih cepat dan akurat.

“RSUD KRT Setjonegoro dan BPPKAD menjadi contoh dari OPD lain untuk melakukan integrasi data kependudukan dalam pelayanan kepada masyarakat,” terangnya.

Baca juga:  Bappenas Dukung Dieng Bisa Segera Jadi Geopark Nasional

Menurut Yusuf, Rumah Sakit Daerah termasuk yang memanfaatkan data kependudukan paling banyak setiap hari untuk layanan kesehatan. Khususnya di pelayanan rawat jalan. Kerja sama ini, disebut Yusuf bisa dilanjutkan dengan pembuatan kartu identitas anak (KIA) dan akta kelahiran bagi bayi yang lahir di RS, sehingga pelayanan di RS akan lebih lengkap.

Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat yang hadir bersama Wakil Bupati Muhammad Albar mengaku sangat mengapresiasi inisiatif kesepakatan tiga pihak tersebut. Mengingat saat ini kebutuhan akan data kependudukan sudah sangat urgen.

“Semua OPD saya minta untuk memiliki data yang akurat, karena dengan data yang akurat dapat meningkatkan pelayanan kepada masyarakat secara optimal,” tutur Afif.

Baca juga:  Airnav Deteksi 14 Balon Udara Liar, 11 Diantaranya dari Jateng

Jajaran OPD, menurutnya perlu bekerja sama dengan Disdukcapil serta melakukan perubahan, percepatan, serta inovasi dengan memanfaatkan semaksimal mungkin ketersediaan potensi sumber daya manusia di unit kerja masing-masing.

“Jajaran OPD, saya minta untuk memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat dengan memanfaatkan ketersediaan data akurat dari Dinas Dukcapil ini seoptimal mungkin,” tegasnya.

Direktur RSUD KRT Setjonegoro Danang Sananto mengaku siap mengimplementasikan kesepakatan tiga pihak tersebut demi optimalisasi layanan publik di lembaganya. Dengan adanya MoU tersebut, pihaknya menjadi lebih mudah dalam mengakomodasi kebutuhan pasien. Karena dengan integrasi ini akses pemanfaatan data bersama, layanan di RS Setjonegoro lebih cepat dan tepat. Masyarakat yang berkunjung tinggal memasukan NIK (nomor induk kependudukan).

Baca juga:  Petani Terancam Tak dapat Pupuk Subsidi

“Semua kelengkapan identitas sudah muncul dan pasti benar. Karena data sudah integrasi dengan Disdukcapil. Sehingga pendaftaran pasien secara mandiri hanya membutuhkan waktu kurang dari 1 menit,” pungkasnya. (git/lis)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya