alexametrics

Edarkan Pil Sapi, Dua Pemuda Diciduk

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, WONOSOBO – Satresnarkoba Polres Wonosobo menangkap dua pelaku penyalahgunaan narkotika dan obat terlarang. Kedua pelaku ditetapkan sebagai tersangka setelah kedapatan menjual obat terlarang Trihexyphenidyl atau yang dikenal dengan pil sapi di wilayah Wonosobo.

“Keduanya dengan sengaja mengedarkan dan menjual Trihexyphenidyl atau pil sapi ini untuk dikonsumsi manusia,” jelas Kasat Narkoba Polres Wonosobo AKP Tri Hadi Utoyo saat menggelar konferensi pers, kemarin (24/11).

Pelaku berinisial TS, 40, warga Gunung Lengkuas, Kecamatan Bintan Timur, Kabupaten Bintan dan HM, 21, warga Benawi, Desa Sukoreno, Kecamatan Kaliwiro, Kabupaten Wonosobo.

“Penangkapan pelaku bermula dari informasi warga, jika kos-kosan pelaku TS di daerah Asri Mulyo, Jaraksari, Wonosobo itu kabarnya sering digunakan untuk jual beli obat terlarang,” ujarnya saat menjelaskan kronologis penangkapan kedua tersangka.

Baca juga:  Hujan Deras, Halaman SD dan Jalan Desa Tergenang

Berbekal informasi tersebut, anggota Satresnarkoba kemudian mendatangi tempat kos pelaku. Dari hasil penggeledahan, polisi menemukan 1 bungkus rokok Esse berisi 100 butir obat bulat warna putih dengan logo Y, 1 bungkus rokok Sampoerna Mild berisi 70 butir obat bulat warna putih dengan logo Y. Uang Rp 145.000 dan 1 HP Redmi warna biru.

“Obat bulat warna putih logo Y tersebut, kemudian dicek di Laboratorium Forensik Semarang. Hasilnya obat logo Y tersebut ada kandungan Trihexiphenidyl atau obat daftar G atau keras,” jelasnya.

Lebih lanjut, dari keterangan pelaku, ia memperoleh obat bulat warna putih dengan logo Y tersebut dari daerah Weleri dan menjualnya kembali di Wonosobo.

Selain dijual, obat tersebut juga ia konsumsi sendiri. Per 1 butir pil sapi dihargai Rp 1500 hingga Rp 2000. Selama ini, pil sapi banyak digunakan pemakai narkoba, karena harganya lebih murah.

Baca juga:  Banyak Jalan Rusak, Dinas Terkait Masih Cuek

Dari pengembangan pelaku TS, polisi kembali mengamankan satu pelaku yang berinisial HM di tempat yang sama. HM membeli pil sapi dari tersangka TS untuk dijual kembali di wilayah Kaliwiro. Dari tangan HM diamankan 24 butir pil sapi dan satu sepeda Honda Vario.

“Kedua pelaku diduga telah melanggar pasal primer pasal 197 subsider 196 UU RI Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan, dengan ancaman pidana 15 tahun penjara denda Rp 1,5 miliar,” tandasnya. (git/lis)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya