alexametrics

Pemkab Wonosobo Sasar Pengentaskan Kemiskinan di Lima Kecamatan

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Wonosobo – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Wonosobo menetapkan sasaran prioritas pengentasan kemiskinan ekstrem di lima kecamatan. Sekretaris Daerah One Andang Wardoyo menyebut kelima kecamatan tersebut bakal menjadi fokus utama dalam menekan angka kemiskinan.

Lima kecamatan tersebut meliputi Mojotengah, Kertek, Kalikajar, Sapuran dan Kepil.  Pasalnya saat ini Kabupaten Wonosobo masuk sebagai satu di antara 35 kabupaten/kota yang masih memiliki warga dalam kategori miskin ekstrem.

“Kemiskinan ekstrem merupakan kondisi dimana masyarakat berada di bawah garis kemiskinan atau setara dengan pendapatan per hari per kepala Keluarga sebesar Rp 11.000,” terang Andang saat membuka rapat koordinasi penanganan kemisikian ekstrem di ruang Mangunkusumo Setda, Rabu (17/11).

Baca juga:  Punya 40 Pemain, Ratu Kota FC Pernah Naik Podium Piala Pertiwi 2019

Di kelima kecamatan tersebut, Andang menyebut masing-masing akan menetapkan 5 desa sebagai sasaran prioritas untuk mengidentifikasi penentuan fokus penanganan.

“Kecamatan dan desa kita arahkan untuk melakukan verifikasi dan validasi data rumah tangga miskin yang dinilai layak untuk menjadi sasaran penanganan kemiskinan ekstrem,” kata Andang.

Verifikasi dan validasi data, disebut Andang akan dilakukan terhadap 927 KK by name by address atau per nama per alamat dengan menggandeng tenaga kesejahteraan sosial kecamatan (TKSK) dan tenaga Program Keluarga Harapan (PKH).

Nantinya, Andang mengaku Pemkab akan memperbolehkan pemerintah desa menambah dana bantuan sosial sesuai data riil di lapangan. Baik rumah tangga miskin yang sudah masuk data terpadu kesejahteraan sosial (DTKS) ataupun yang belum masuk.

Baca juga:  Kijang Korsleting, SPBU Selokromo Ludes

Diakui Andang, Pemerintah Kabupaten Wonosobo memiliki tantangan menurunkan angka kemiskinan mengingat anggaran pendapatan belanja daerah (APBD) masih sangat terbatas.

“Ini menuntut kita untuk melakukan langkah-langkah yang ekstra. Salah satunya pemerintah desa harus bisa lebih efektif dan efisien dalam alokasi anggaran dan memprioritaskan pengentasan kemiskinan,” tegasnya.  (git/lis)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya