alexametrics

PKL Selasar Pasar Induk Wonosobo Keberatan Dipindah

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Wonosobo – Puluhan pedagang kaki lima (PKL) di selasar Pasar Induk sebelah timur Wonosobo mengeluhkan pemindahan yang dilakukan

Dinas Perdagangan, Koperasi dan UMKM (Disdagdagkop UMKM). Pemindahan tersebut dianggap justru menempatkan pedagang di kawasan sepi pembeli.

Ketua Paguyuban PKL Selasar Pasar Induk sebelah timur (PKL Astipa) Roniyus mengaku keberatan dengan pemindahan PKL Astipa ke lantai 3 Pasar Induk. Pemindahan yang dilakukan beberapa hari lalu itu justru menempatkan PKL dalam wilayah yang sulit.

“Karena kita dipindahkan ke tempat yang sangat sepi,” terangnya saat dikonfirmasi wartawan Jawa Pos Radar Magelang, kemarin (10/11).

Pihaknya mengaku tak keberatan jika Disperindag melakukan rehab Pasar Induk sebelah timur. Namun seharusnya pembangunan tersebut tetap memperhatikan para pedagang yang telah lama berjualan di wilayah tersebut.

Baca juga:  Masih Banyak Tempat Wisata yang Abai Prokes

“Apalagi alasan pemindahan ini, karena tempat yang biasanya kita jualan akan diganti dengan pembuatan taman. Tentu ini sangat menyakitkan kami,” terangnya.

Padahal, ada sekitar 85 PKL yang saat ini memanfaatkan selasar tersebut untuk mengais rezeki. Bahkan menurut Roni, para PKL telah menempati selasar tersebut sejak 2004. Dan tetap memberi retribusi kepada pemerintah daerah.

“Maka kami meminta pemerintah lebih bijaksana kepada kami. Dengan tetap diperbolehkan berjualan di selasar PKL seperti biasa,” lanjutnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pasar Disdagkop UMKM Suprayitno mengatakan relokasi PKL selasar itu memang diperlukan. Sebab tengah dilakukan rehabilitasi gedung Pasar Induk sebelah timur.

Pihaknya mengaku telah melakukan sosialisasi kepada PKL di kompleks tersebut. Dengan memberikan solusi sementara pindah ke lantai 3 Pasar Induk sebelah timur. Sehingga ke depan, tidak ada lagi para PKL yang tetap mangkal di selasar pasar. “Semua harus masuk ke dalam,” singkatnya.

Baca juga:  Lestarikan Filosofi dan Budaya Jawa

Ia beralasan munculnya PKL di selasar itu melanggar ketentuan perda. Terlebih dengan adanya PKL di selasar itu membuat iri pedagang di dalam Pasar Induk. Sebab para PKL dibiarkan berjualan di selasar tanpa memikirkan abonemen.

PKL diizinkan pindah ke lantai 3 Pasar Induk selama pembangunan. Jika pembangunan selesai, PKL yang legal yang boleh menempati. Sementara yang belum memiliki sertifikat abonemen dibiarkan sampai menunggu solusi.

“Ini perlu kita lakukan karena jika nanti ada pemindahan seluruh pedagang, baik yang di barat dan timur pasar ini terealisasi, jumlah losnya tidak cukup. Maka yang PKL ilegal saat ini harus mengalah,” katanya. (git/lis)

 

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya