alexametrics

Warga Kampung Langgeng Manfaatkan Limbah Jadi Barang Bernilai

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Wonosobo – Dusun Langgeng, Desa Karangluhur Kecamatan Kertek terkenal sebagai kampung daur ulang. Banyak keluarga yang memanfaatkan hasil limbah menjadi bernilai ekonomi.

Sedikitnya ada 150 warga Dusun Langgeng, Desa Karangluhur yang menjadi pengambil limbah. Wakil Bupati Wonosobo Muhammad Albar kagum dengan kegigihan warga Dusun Langgeng. Mereka memanfaatkan barang tak terpakai dan bisa mengasilkan uang.

“Anak muda di dusun sini ada yang bisa membetulkan laptop yang rusak dan dibuang. Tapi Setelah diperbaiki, bisa kembali normal. Bisa dijual lagi,” katanya setelah mengunjungi lokasi tersebut.

Ia bangga. Sebab masih ada warga yang kreatif untuk memanfaatkan limbah tak terpakai menjadi bernilai ekonomi. Saat mengunjungi dusun dengan sebutan Kampung Langgeng Bebrayan itu, Muhammad Albar juga menanam pohon bungur, meninjau peternakan kambing domba dan proyek listrik  tenaga surya.

Baca juga:  720 Dosis Vaksin BKKBN Sasar Tiga Kampung KB

Di kampung tersebut berdiri Masjid Baitul Rohim. Masjid didirikan atas hasil iuran penjualan limbah warga setempat. Saat ini dijadikan tempat beribadah dan mengaji bagi anak-anak.

“LP3M Unsiq Jateng di Wonosobo, saya minta terus membina, mendampingi dan membimbing warga yang jadi pemulung naik kelas jadi produsen kerajinan antik, unik dan menarik berbahan limbah. Jika sudah terkenal, nanti banyak orang yang akan datang ke sini untuk membeli hasil kerajinan,” ujarnya.

Rektor Unsiq Jateng di Wonosobo Dr H Z Sukawi MA menambahkan yang dilakukan LP3M sebagai upaya belajar di masyarakat. Melakukan pemetaan dan penataan lingkungan sekaligus peningkatan SDM di masyarakat. Warga Dusun Langgeng bisa kuliah di Unsiq dan akan diberi program beasiswa.

Baca juga:  Ribuan Ayam Terpanggang di Kandang

Terlebih saat ini Dusun Langgeng telah ditetapkan sebagai Kampung Laboratorium Kreatif Berbasis Limbah binaan Lembaga Penelitian, Penerbitan dan Pengabdian Masyarakat (LP3M) Unsiq Jateng di Wonosobo, beberapa hari lalu.

“Membangun bangsa yang hebat dan kuat berangkat dari masyarakat yang hebat dan kuat pula. Keluarga hebat dan individu yang unggul, berkarakter dan kepribadian baik, karena sekolah/kuliah sehingga berilmu. Mari budayakan hidup sehat, kuat dan hebat untuk Indonesia yang bermartabat,” tegasnya. (git/lis)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya