alexametrics

Wayang Gagrak Kedu Buka Festival Sindoro Sumbing

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Wonosobo – Festival Sindoro Sumbing (FSS) tahun 2021 akhirnya digelar. Acara dibuka dengan persembahan wayang gagrak Kedu yang digelar, kemarin (14/10/2021).

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Wonosobo Agus Wibowo menjelaskan FSS merupakan lanjutan dari tahun-tahun sebelumnya. Sejak dimulai 2019 lalu itu, festival yang melibatkan dua kabupaten dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan itu bakal diselenggarakan di tahun-tahun berikutnya.

“Meskipun memang di dua tahun terakhir ini gelaran FSS itu tidak melibatkan masyarakat secara luas. Namun semoga tidak menghilangkan substansi dari acara tersebut,” terangnya saat memberikan keterangan didepan sejumlah awak media, Kemarin (14/10/2021).

Dalam festival yang diselenggarakan ini akan lebih banyak dilangsungkan virtual. Termasuk saat gelaran wayang gagrak Kedu yang dipentaskan pada Kamis (14/10/2021) sore itu di pendopo.

Baca juga:  Waduk Wadaslintang Dibuka, Alat Pancing Sitaan Dikembalikan

Sebenarnya, gelaran FSS di Wonosobo sendiri telah dimulai beberapa waktu yang lalu. Hanya saja, festival di tahun ini dilakukan secara bertahap. Lantaran mekanisme kebijakan PPKM yang tak bisa menggelar seluruh rangkaian acara secara bersamaan.

“Festival ini kita mulai sejak Pisowanan Agung pada HUT Wonosobo di bulan Juli lalu. Jadi memang rangkaiannya tahun ini dilakukan secara bertahap,” katanya.

Dalam festival ini, Kabupaten Wonosobo memiliki kepentingan untuk melesarikan kebudayaan di sepanjang Gunung Sindoro dan Sumbing.

“Seperti gelaran wayang gagrak Kedu ini yang memang berbeda dengan pakem wayang dari Surakarta atau Jogja. Kita punya ciri khas tersendiri,” ungkapnya.

Selain itu, juga mengangkat kesenian bundengan, tari topeng dan berbagai atraksi lain. Hanya saja waktu pementasan tidak akan dilakukan secara bersama-sama.  Sementara itu, dalang wayang Gagrak Wonosobo, Agus Suprasetyo menjelaskan pementasan ini mengusung lakon Sri Mulih.

Baca juga:  Tri Antoro Pimpin Asdeksi Jateng

Dengan menampilkan dua tokoh khas dalam pewayangan gagrak Kedu ini. “Ada dua tokoh yang dalam narasi pewayangan lain tidak ada. Yakni Bercongganom dan Cangkring,” katanya. (git/lis)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya