alexametrics

GOR Wonolelo Diproyeksikan Jadi Sport Center

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Wonosobo – Setelah bertahun-tahun mangkrak tak digunakan, akhirnya Gedung Olahraga (GOR) Wonolelo mulai diaktifkan. Dimulai dengan latihan atlet yang bertanding ke ajang PON Papua di GOR tersebut.

“GOR yang sudah ada, mari kita ramaikan untuk berlatih bagi cabang olahraga (cabor) yang memungkinkan berlatih di GOR. Jangan sampai GOR menjadi rusak karena tidak pernah dipakai,” terang Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat saat meninjau GOR di Wonolelo dengan bersepeda pagi, Minggu (12/9/2021).

Hingga saat ini masih banyak cabang olahraga yang belum mempunyai tempat untuk berlatih. Bupati mengajak cabor-cabor yang memungkinkan untuk berlatih di GOR Wonolelo.

“Sembari untuk latihan dan dimanfaatkan untuk kegiatan olahraga, kita akan meredesain agar GOR yang sudah ada ini menjadi lebih baik. Dan lebih layak untuk kegiatan olahraga,” ungkap Afif.

Baca juga:  Mahasiswa Ajukan Delapan Tuntutan

Pihaknya juga berharap nantinya GOR akan menjadi kawasan sport center Wonosobo. Pasalnya di Wonosobo sendiri belum memiliki tempat sport center bagi atlet yang siap berlaga di seluruh kompetisi.

Meski sudah bertahun-tahun lalu GOR Wonolelo dibangun, hingga saat ini belum pernah digunakan atlet untuk berlatih dan berolahraga. Untuk menunjukkan komitmennya, pada 2022 , pemkab  merumuskan dan meredesain GOR menjadi sport center.

“Mulai dari segi pembiayaannya, desainnya, sehingga dapat menunjang keolahragaan di Wonosobo menjadi lebih maju,” katanya.

Sementara Ketua KONI Kabupaten Wonosobo Khozin menyampaikan hingga saat ini ada 32 cabor yang sudah diakui dan mendapatkan fasilitas pembiayaan dari KONI Wonosobo. Tetapi ada 6 cabor baru yang akan disahkan pada Desember 2021. Jadi total ada 38 cabor.

Baca juga:  Dua Balon Gagal Diterbangkan

Semua cabor di Wonosobo eksis berjalan. Tetapi ada beberapa cabor yang tidak mempunyai venue atau tempat latihan. Sehingga mereka akan berlatih ke luar daerah maupun menyewa tempat latihan milik swasta.

“Banyak atlet kita yang sebenarnya berprestasi. Hanya saja mereka mungkin merasa belum terfasilitasi. Sehingga dilirik oleh daerah lain,” ujarnya.

Tetapi saat ini KONI sudah berupaya untuk melakukan pendekatan secara persuasif kepada para atlet. Agar bertahan menjadi atlet Wonosobo meski dengan keterbatasan.

Khozin juga menyampaikan Kabupaten Wonosobo bisa mengirim tujuh atlet untuk mewakili Jawa tengah pada PON Papua 2021. Mereka bakal memperkuat cabor balap motor dua atlet, muathay dua atlet, sepakbola dua atlet, dan silat satu atlet.

Baca juga:  Seluruh Kades di Wonosobo Diperingatkan, Bangun Jembatan Tak Boleh Sembarangan

“Semuanya memiliki potensi. Namun dari kacamata kita yang paling berpotensi menyumbang emas bagi kontingen Jawa tengah adalah balap motor dan muathay,” ungkapnya. (git/lis)

 

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya