alexametrics

Ketahuan, Uang Palsu Rp 1,5 Juta Dibakar

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Wonosobo – Kasatreskrim Polres Wonosobo berhasil membekuk pengedar uang palsu (upal). Tersangka adalah  AY, 23, buruh bangunan, warga Sribit RT 01 RW 03 Wonolelo, Kabupaten Wonosobo. Pelaku ditangkap setelah sengaja membeli smartphone menggunakan upal.

“Pelaku berhasil kita tangkap pada Jumat, 20 Agustus 2021 lalu. Kini AY ditahan di Mapolres Wonosobo untuk proses hukum selanjutnya,” ujar Waka Polres Wonosobo Kompol Arie Imam Prasetyo dalam konferensi pers di polres kemarin.

Menurut wakapolres pelaku berhasil diringkus anggota Satreskrim Polres Wonosobo di rumahnya setelah mendapat laporan masyarakat dan kesaksian korban. Sejumlah barang bukti (BB) upal 17 lembar pecahan Rp 50 ribu diamankan polisi. Upal tersebut selanjutnya akan dijadikan sebagai BB dalam penyidikan dan proses hukum persidangan selanjutnya.

Baca juga:  Banyak Komplain, Komisi D Sidak Puskesmas Kertek

Pelaku AY mengaku mendapatkan upal dari Bekasi saat bekerja sebagai buruh bangunan di sana. Kala itu, pelaku berkenalan dengan seseorang dan membeli handphone (HP) darinya.

Selanjutnya teman baru pelaku menawarkan upal senilai Rp 2 juta pecahan Rp 50 ribu dengan harga Rp 500 ribu. Setelah AY mau membeli upal, masih mendapat bonus uang yang sama Rp 450 ribu,” kisahnya.

Ketika pulang ke Wonosobo, pelaku menggunakan upal dengan membeli HP merk Redmi 4C pada seseorang melalui cash on delivery (COD) grup Facebook seharga Rp 450 ribu.

“Keduanya, bertemu dan bertransaksi di stopan Selomerto, Wonosobo, Kamis (12/8/2021) lalu. Penjual HP pun langsung membelanjakan upal untuk beli jajan Rp 100 ribu,” papar dia.

Baca juga:  Simpan 1,15 Gram Sabu di Gulungan Plastik

Keesokan harinya saat mau membeli kaus, korban baru sadar jika uang hasil penjualan HP palsu. Sebab, ketika diraba, upal tersebut lebih licin dari uang asli dan warnanya telah berubah pudar.

“Tahu jadi korban peredaran upal, dia menghubungi AY untuk minta ganti rugi. Karena peredarannya sudah diketahui banyak orang, AY membakar sisa upal Rp 1,5 juta. Dan Rp 500 ribu upal lainnya masih disimpan,” akunya.

Karena perbuatannya, pelaku dijerat dengan pasal 26 ayat (3) UU RI No 7 tahun 2011 tentang mata uang dengan ancaman hukuman maksimal 10 tahun penjara. Selain itu, wakapolres mengingatkan saat melakukan transaksi agar lebih berhati-hati. Sebab modus peredaran upal ini semakin canggih dan sulit untuk di cek dengan mata telanjang.

Baca juga:  Dampingi Delapan Desa Antipolitik Uang

“Pastikan saat kita bertransaksi dengan uang yang memiliki nominal besar bisa dipastikan terlebih dahulu. Sehingga kita tidak mudah tertipu,” pungkasnya. (git/lis)

 

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya