alexametrics

Kampung Loss Doll Wonosobo, Bebas Rokok Ilegal

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Wonosobo – Desa Adiwarno, Kecamatan Selomerto terpilih menjadi pemenang Lomba Video Kreasi Kampung Loss Doll, kemarin (25/8/2021). Video tersebut bakal digunakan untuk memberikan sosialisasi terhadap perundang-undangan cukai hasil tembakau.

Sebagai juara 1 Desa Adiwarno mendapatkan trofi, piagam penghargaan dan uang tunai Rp 4 juta. Adapun  juara 2 Desa Bumireso mendapatkan trofi, piagam dan uang Rp 3 juta. Juara 3 dari Desa Beran Kepil mendapatkan trofi, piagam serta uang Rp 2 juta.

Kepala Kantor Bea Cukai Magelang Heru Priyatno menjelaskan Kampung Loss Doll dapat diartikan sebagai kampung yang bebas dari rokok ilegal. Pentingnya acara ini didasari maraknya peredaran barang kena cukai ilegal dan sebagai bentuk antisipasi di wilayah Kabupaten Wonosobo.

Baca juga:  Buka Akses Kegiatan Masyarakat

“Sehingga kita perlu mengambil langkah-langkah antisipati berupa pelaksanaan sosialisasi yang dikemas dengan menarik seperti ini,” ungkapnya saat menghadiri acara talkshow yang digelar di kantor Kesbangpol Wonosobo, Rabu (25/8).

Sosialisasi dilakukan adalah agar masyarakat lebih sadar mematuhi ketentuan di bidang cukai. Sosialisasi yang dipandu moderator dari Diskominfo Wonosobo ini menghadirkan narasumber Wakil Bupati Wonosobo Muhammad Albar dan Kepala Bea Cukai Magelang.

Menurutnya cukai adalah pungutan negara yang dikenakan terhadap barang-barang tertentu yang mempunyai sifat atau karakteristik yang ditetapkan undang-undang. Barang kena cukai (BKC) itu adalah segala jenis hasil tembakau, MMEA, etil alkohol, dan tindak pidana di bidang cukai, serta pemandu identifikasi keaslian pita cukai.

Baca juga:  3.188 Pedagang Sudah Mendaftar di Pasar Induk Wonosobo

Lanjut dia, ada 2 sanksi pada penyalahgunaan BKC yang ditetapkan hingga saat ini. Pertama adalah sanksi administrasi berupa denda paling sedikit Rp 20 juta dan maksimal Rp 200 juta. Sedangkan untuk sanksi pidana, penjara minimal 1 tahun, maksimal 5 tahun. Atau denda minimal 2 kali, maksimal 10 kali nilai cukai yang seharusnya dibayar.

Sementara itu Wakil Bupati Muhammad Albar berharap ke depan masyarakat Wonosobo memakai rokok resmi yang ada cukainya. Rokok yang sudah terjamin ini sangat berpengaruh terhadap pendapatan negara.

“Bagi yang merokok yang silakan memakai rokok yang resmi. Karena hal ini juga akan berpengaruh terhadap pendapatan negara. Saya berharap semua kampung atau desa yang ada di Wonosobo menjadi kampung loss doll ” lanjut Albar.

Baca juga:  Langgar Disiplin, Guru P3K Terancam Sanksi

Ditambahkan Albar, hasil cukai tembakau yang diterima oleh pemerintah pusat sebagian dikembalikan kepada daerah penghasil tembakau. Dan cukai tembakau dimanfaatkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Undang-undang Nomor 39 Tahun 2007 mengatur daerah penghasil tembakau mendapatkan dana bagi hasil cukai tembakau 2 persen dari semua penerimaan pajak yang didapatkan oleh sektor ini. (git/lis)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya