alexametrics

Pelaku Wisata Banting Stir Jadi Buruh Tani

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Wonosobo – Perpanjangan PPKM membuat pelaku wisata putar otak untuk tetap bertahan. Banyak pelaku usaha yang akhirnya harus bekerja serabutan untuk mencukupi kehidupan sehari-harinya.

Salah satu pelaku usaha wisata Telaga Menjer, Kecamatan Garung, Wonosobo M Lutfi  mengakui hal itu. Dua tahun lebih tempat wisata di Kabupaten Wonosobo ditutup lantaran badai pandemi Covid-19. “Karena seluruh tempat wisata ditutup, akhirnya banyak warga yang tak bisa mendapatkan pendapatan,” jelasnya.

Padahal menurutnya, wisata di Telaga Menjer menjadi salah satu pendapatan utama warga di sekitar lokasi. “Akhirnya warga terpaksa bekerja serabutan. Sebagian memilih kembali menjadi buruh tani atau pekerja bangunan untuk mencukupi kebutuhan sehari-harinya,” terang Lutfi yang juga memiliki kedai kopi di lokasi wisata tersebut.

Baca juga:  Pedhut Di Hyang Jadi yang Terbaik

Perpanjangan PPKM menyulitkan pelaku usaha. Terlebih tempat wisata harus mengeluarkan biaya untuk perawatan. “Kalau kita biarkan selama dua tahun ini kan tidak mungkin. Tetap harus ada pengeluaran minimal untuk pembiayaan pembersihan rumput dan sampah setiap saat. Sementara pemasukan tidak ada,” lanjutnya.

Ia mengkhawatirkan jika PPKM terus berlanjut tanpa kepastian akan banyak tempat wisata di Kabupaten Wonosobo yang mangkrak.  “Minimal jika memang kebijakan ini masih diteruskan, ada solusi bagi para pelaku wisata agar tetap semangat melanjutkan usahanya,” ungkapnya.

Sementara itu, Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat beberapa waktu lalu mengatakan dalam keputusan penanganan Covid-19 pihaknya mengikuti arahan kebijakan dari pemerintah pusat. Menurutnya apapun keputusan pemerintah pusat itu telah dikaji oleh berbagai tenaga ahli. (git/lis)

Baca juga:  Jakilun Beri Contoh Anak Muda

 

 

 

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya