alexametrics

Belanja Naik, Anggaran Bansos Turun

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Wonosobo – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Wonosobo rencanakan kenaikan anggaran perubahan sebesar tiga persen di 2021 ini. Sayangnya, rencana belanja untuk bantuan sosial justru mengalami penurunan.

Hal tersebut disampaikan Wakil Bupati Wonosobo Muhammad Albar dalam rapat paripurna yang digelar bersama legislatif Senin (9/8/2021). Albar menjelaskan, saat ini anggaran untuk belanja daerah telah direncanakan naik tiga persen atau Rp 55,215 miliar. Totalnya menjadi Rp 2,022 triliun. “Dibanding penetapan (APBD) tahun 2021 lalu yang hanya sebesar Rp 1,967 triliun saja,” terangnya saat rapat paripurna dengan agenda Penyampaian Perubahan Kebijakan Umum Anggaran serta Perubahan Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara Tahun 2021.

Kenaikan tersebut disebabkan karena beberapa penambahan yang perlu dilakukan. Yakni untuk belanja operasi sejumlah Rp 1,394 triliun atau meningkat sebesar Rp 77,112 miliar (enam persen). Disusul belanja pegawai sejumlah Rp 767,434 miliar atau naik sebesar dua persen.

Baca juga:  Keluhan Warga Sikunang Diklarifikasi

Sementara untuk belanja barang dan jasa direncanakan sebesar Rp 558 miliar atau kenaikan sebesar Rp 66 miliar. Naik 14 persen dari jumlah APBD murni 2021. Kemudian belanja hibah direncanakan Rp 59 miliar dan mengalami kenaikan secara signifikan sebesar Rp 27 miliar atau naik menjadi 90 persen. “Hal ini disebabkan karena penyesuaian rekening belanja pada penetapan APBD 2021 lalu,” ungkapnya.

Sementara untu belanja bantuan sosial justru mengalami penurunan 22,11 persen.  Dari semula Rp 9 miliar menjadi hanya berkisar di angka Rp 6 miliar saja. Atau bakal mengalami penurunan sebesar Rp 2 miliar.

“Untuk belanja modal ada Rp 291 miliar juga direncanakan mengalami penurunan sebesar Rp 22 miliar atau sebesar tujuh persen dari penetapan. Terakhir untuk belanja tidak terduga tetap sejumlah Rp 5 miliar, dan belanja transfer sejumlah Rp 333 miliar, alami kenaikan 0,15 persen.” Dengan komposisi pendapatan dan belanja daerah tersebut, terdapat defisit anggaran sejumlah Rp 139.927.652.466. Defisit ini direncanakan ditutup dengan pembiayaan netto daerah. (git/ton)

Baca juga:  Proyek Geodipa Dimulai Awal Tahun

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya