alexametrics


Event Picu Kerumunan Dihapus dari Agenda Hari Jadi Ke-196 Wonosobo

Rekomendasi

RADARSEMARANG.ID, Wonosobo – Pemerintah Kabupaten Wonosobo memutuskan untuk tetap menggelar peringatan Hari Jadi ke-196 dengan pembatasan ketat dan penerapan protokol kesehatan (prokes) pencegahan Covid-19.

Mengangkat tema Sesarengan Mbangun Wonosobo, pemerintah berharap agar momentum hari jadi tersebut menjadi penggerak seluruh masyarakat untuk membangun solidaritas dan kepedulian. Khususnya dalam menghadapi masa pandemi Covid-19.

Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat, melalui surat edaran resmi nomor 003.3/       /2021 menetapkan pelaksanaan sejumlah event Hari Jadi ke-196 akan mengacu pada ketentuan pemerintah terkait upaya menekan penyebaran Covid-19. Termasuk di dalamnya meniadakan acara-acara yang berpotensi menyebabkan atau melibatkan massa dan menimbulkan kerumunan.

“Pertimbangan utama tetap digelarnya peringatan Hari Jadi ke-196 adalah adanya faktor budaya, adat istiadat keselamatan dan kesehatan masyarakat serta branding Wonosobo The Soul Of Java. Namun dengan tetap mematuhi ketentuan terkait pencegahan Covid-19,” terang Sekretaris Daerah One Andang Wardoyo, saat ditemui di Setda Rabu (14/7).

Pemerintah daerah akan memperingati Hari Jadi ke-196 Kabupaten Wonosobo dengan sangat sederhana. Namun tetap khidmat, terbatas dan tertutup serta mengoptimalkan media virtual/daring. “Perlu saya tegaskan juga bahwa kami meniadakan kegiatan peringatan hari jadi di tingkat kecamatan maupun desa demi menghindari konsentrasi massa yang berpotensi menjadi media penyebaran Covid-19,” lanjutnya.

Sejumlah kegiatan yang akan tetap dilaksanakan dalam rangka peringatan Hari Jadi, menurut Andang seperti sabda pangarsa praja, atau pidato arahan bupati tepat pada 24 Juli yang dapat diikuti secara daring. Kemudian pisowanan mirunggan atau simbolis pisowanan agung dan launching festival Sindoro Sumbing. Sekaligus peluncuran buku e-book Wayang Kedu yang juga digelar melalui live streaming YouTube wonosoboTv.

“Panitia juga menyelenggarakan beberapa event kompetisi seperti lomba menulis sejarah Wonosobo. Kemudian serangkaian lomba esai untuk menampung aspirasi masyarakat umum terkait masalah pendidikan di Kabupaten Wonosobo di era pandemi Covid-19. Juga secara online,” bebernya.

Meski berlaku pembatasan ketat dan prokes, pada saat peringatan Hari Jadi tepat Sabtu (24/7), segenap pejabat struktural dan karyawan/karyawati pada perangkat daerah, pimpinan instansi vertikal, pimpinan BUMD/BUMN serta aparat pemerintah desa/kelurahan di Kabupaten Wonosobo wajib mengenakan pakaian adat Wonosobo (pakaian pisowanan agung).

Terkait hal itu, Sekda mengatakan telah diatur dalam Surat Keputusan Bupati Wonosobo Nomor : 430/996/2019 tanggal 19 Desember 2019, tentang Penetapan Pakaian Adat Wonosobo Untuk Upacara Pisowanan Agung Hari Jadi Kabupaten Wonosobo. Pakaian adat, dikenakan pejabat baik yang mengikuti proses secara offline maupun online melalui aplikasi Zoom.

Setiap perangkat daerah di lingkungan Pemkab Wonosobo, kata Andang juga terlibat dalam peringatan Hari Jadi. Baik instansi vertikal, BUMD/BUMN serta desa/kelurahan di Kabupaten Wonosobo. Dengan memasang hiasan/dekorasi bernuansa Jawa yang syarat makna. Seperti penjor yang terbuat dari janur kuning di sekitar halaman instansi/kantor, mulai 22 sampai 31 Juli 2021. “Kemudian memasang media banner berisikan tema, logo Hari Jadi Kabupaten Wonosobo ke-196. Lambang daerah dan logo Wonosobo The Soul of Java di sekitar halaman instansi/kantor mulai tanggal 20 sampai Juli 2021,” tandasnya. (*/git/adv/lis)

Terbaru

Fadia Baca Semua Aduan Warga

Tempat Ibadah Harus Taat Prokes

Bentuk Jaringan Kerja Bantu Warga Isoman

Beri Dukungan sekaligus Serap Masalah PKL

Populer

Lainnya