alexametrics

Satgas Covid-19 Kecamatan Sapuran Tutup Jalur Trabas

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Wonosobo – Tim gugus tugas Covid-19 Kecamatan Sapuran menutup sejumlah lokasi pariwisata. Termasuk jalur bagi pengendara sepeda motor ekstrem atau trabas yang banyak digandrungi masyarakat.

“Karena tempat ini menjadi salah satu tempat yang sering untuk kegiatan trabas warga. Makanya untuk sementara kita minta penutupan terlebih dahulu,” ujar Danramil Sapuran Kapten Inf Sutarto yang datang langsung ke lokasi.

Ia menjelaskan alasan penutupan ini dilakukan menyusul adanya surat instruksi bupati untuk melakukan penutupan sementara di tempat hiburan umum, tempat wisata, taman umum dan fasilitas publik lainnya. Lantaran Kabupaten Wonosobo tengah menerapkan status PPKM darurat.

“Saya berharap kegiatan trabas ini untuk sementara waktu ditiadakan. Mengingat saat ini di beberapa wilayah khususnya di Wonosobo sedang mengalami lonjakan Covid-19,” terangnya.

Baca juga:  Tebing Longsor, Saluran Irigasi Putus

Penutupan sementara ini akan diberlakukan selama 18 hari.  Yakni mulai 3 sampai 20 Juli 2021. Sehingga seluruh kegiatan yang berkaitan dengan munculnya kerumunan seluruhnya ditiadakan terlebih dahulu.

“Untuk itu kepada semua masyarakat diajak untuk bersama-sama mematuhi instruksi bupati tersebut guna kesehatan semuanya,” ujarnya.

Diketahui jika ada beberapa lokasi yang dijadikan sebagai jalur trabas di Kecamatan Sapuran. Namun lokasi yang menjadi sasaran penertiban PPKM darurat itu berada di lokasi trabas Jatialit Sedayu dan Pacekelan Sapuran.

“Karena memang track ini yang cukup sering digunakan para pecinta motor ekstrem itu. Makanya kita langsung mendatangi lokasi dan meminta pada pengelola untuk bisa menutupnya sementara,” jelasnya.

Baca juga:  Pedagang Kecil Digembleng Wawasan Kebangsaan

Hal senada juga disampaikan Dandim 0707/Wonosobo Letkol Czi Wiwid Wahyu Hidayat. Pihaknya beserta seluruh jajaran akan mendukung upaya pemerintah dalam rangka mencegah dan memutus penyebaran Covid-19. Dengan menurunkan personel mengoptimalkan pelaksanaan PPKM darurat di wilayah Wonosobo.

Pasalnya, fakta di lapangan menurutnya hingga saat ini masih banyak masyarakat tidak disiplin dalam menerapkan prokes. Sehingga, masih banyak warga yang berjatuhan dan terpapar Covid-19.

“Untuk itu, saya meminta kepada seluruh unsur terkait untuk menyosialisasikan pelaksanaan PPKM darurat kepada masyarakat seluruhnya,” tegasnya.

Dandim juga mengajak personel TNI-Polri dan jajaran forkopimda untuk bersatu, bekerja sama dan saling bersinergi mendukung pemerintah dalam rangka mencegah penyebaran Covid-19. Sehingga Kabupaten Wonosobo bisa kembali menjadi zona aman. (git/lis)

Baca juga:  Romy Arizyanto Kajari Wonosobo

 

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya