alexametrics


IPM Rendah, Harus Genjot Kualitas Guru

Rekomendasi

RADARSEMARANG.ID, Wonosobo – Untuk mengangkat kualitas dunia pendidikan di Kabupaten Wonosobo butuh kerja sama seluruh pihak. Diketahui jika saat ini kualitas pendidikan di Kabupaten Wonosobo termasuk di bawah rata-rata sekolah di Provinsi Jawa Tengah. Dengan mengacu pada nilai indeks pembangunan manusia (IPM) Kabupaten Wonosobo yang berada di angka 66,19 pada tahun 2016. Dan peringkat ke-4 terendah dari seluruh kabupaten kota di Jawa Tengah.

Hal ini berbeda dengan Temanggung dengan 67,60 dan Purworejo 70,66. Sementara rerata IPM Provinsi Jawa Tengah berada pada angka 69,98 dan IPM nasional dengan 70,18. Artinya IPM di Wonosobo masih jauh dari rata-rata.

Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat ingatkan perlunya inovasi untuk menyelesaikan persoalan tersebut. Salah satunya dengan meningkatkan kualitas guru. Sehingga dapat menciptakan kader-kader potensial.

“Saya ingin ada perubahan. Maka kompetensi SDM guru perlu terus ditingkatkan. Kita ingin menciptakan kader-kader potensial ke depan, yang lebih baik,” ujar bupati dalam seminar nasional matematika Indonesia, di Hotel Dafam Wonosobo belum lama ini.

Di depan peserta seminar yang merupakan kepala sekolah dan guru di Kabupaten Wonosobo itu, ia menuturkan bahwa guru pada masa ini dihadapkan pada generasi yang penuh dengan tantangan. Era digitalisasi membuat guru harus dibekali dengan kompetensi yang memadai. Guru harus selalu beradaptasi dengan media sosial dan teknologi. Era digitalisasi saat ini mengharuskan para guru untuk menguasai gawai dan teknologi, jangan sampai diperbudak oleh teknologi.

“Guru harus memanfaatkan teknologi dengan sebaik mungkin untuk kepentingan yang lebih baik. Utamanya di bidang pendidikan,” terangnya.

Pihaknya menyadari jika dibandingkan dengan kabupaten tetangga, Wonosobo memerlukan lompatan dan strategi khusus agar bisa lebih kompetitif. Harapannya, Wonosobo dapat menciptakan sekolah-sekolah pilihan yang tidak hanya ada di tingkat kabupaten. Namun hingga kecamatan.

“Ada sekolah-sekolah pilihan. Tidak hanya negeri. Swasta juga mangga bersaing. Fastabiqul khoirot, bersaing secara kompetitif. Sehingga semua bisa tunjukkan kualitasnya masing-masing. Untuk bersaing kualitas, gurunya berkualitas. Mau gurunya berkualitas, maka prasarananya harus didukung,”  terangnya.

Saat ini pendidikan dihadapkan dengan tantangan situasi zonasi. Sehingga ada tuntutan yang lebih bagi sekolah. Sebab, menurut bupati, input siswa dalam menangkap pelajaran tidak sama. (git/lis)

 

Terbaru

Populer

Lainnya