alexametrics

Hindari Jalur Tengkorak Kertek, Bangun Jalur Alternatif

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Wonosobo – Turunan curam di Kertek dianggap sebagai jalur tengkorak. Berulangkali terjadi kecelakaan yang sering menimbulkan korban jiwa. Sebuah jalur alternatif direncanakan akan dibangun untuk memindahkan arus kendaraan dari jalur tengkorak sepanjang 12 kilometer ini.

Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat mengatakan, saat ini sedang berlangsung proses pembebasan lahan untuk jalur alternatif. Targetnya akhir tahun seluruh lahan sudah dibebaskan. “Ini jadi prioritas kita. Tahun ini harus selesai pembebasan lahan, tahun selanjutkan langsung bisa dibangun,” ungkapnya saat meninjau lokasi kecelakaan di Dusun Gondang, Desa Candimulyo, Kecamatan Kertek Senin (21/6/2021). Kecelakaan kemarin menyebabkan tiga orang meninggal dan tujuh orang luka-luka.

Afif mengatakan, jalur maut ini merupakan jalan nasional. Sehingga penanganannya membutuhkan sinergi dari pemerintah pusat, pemerintah provinsi Jateng dan pemerintah kabupaten Wonosobo.

Baca juga:  Sedimentasi DAS Serayu Makin Tinggi

Ia juga menyoroti soal lemahnya pengawasan yang dilakukan Disperkimhub Wonosobo. Sebab di jalur tersebut tidak ada penjaga khusus yang ditempatkan untuk memantau kendaraan luar daerah yang akan lewat di turunan maut itu. Petugas juga dibutuhkan untuk mengecek kondisi kendaraan, khususnya yang bertonase besar, sebelum melintas. “Ke depan ada pos yang khusus untuk memantau laju kendaraan bertonase besar. Khususnya bagi plat luar kota yang mau masuk ke wonosobo agar mau berhenti dan beristirahat terlebih dahulu,” ungkapnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Wonosobo Muhammad Albar menambahkan, banyaknya kecelakaan di jalur tersebut memang butuh perhatian khusus. Apalagi akhir-akhir ini kecelakaan yang terjadi juga banyak melibatkan warga lokal. “Seringnya kecelakaan rem blong ini kebanyakan mereka yang berasal dari luar kota dan tidak paham medan di sini. Makanya saat melintas di sepanjang jalur ini saya berpesan untuk selalu berhati-hati karena kita tidak tahu kapan kecelakaan itu bisa terjadi,” lanjutnya. (git/ton)

Baca juga:  Branding Mi Ongklok jadi Ikon Wonosobo

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya