alexametrics


Tambah Alat Deteksi Kebencanaan

Rekomendasi

RADARSEMARANG.ID, Wonosobo – Kecamatan Kaliwiro, Kabupaten Wonosobo menjadi salah satu daerah yang dianggap paling rawan tanah longsor. Dari 62 titik lokasi rawan longsor di seluruh kabupaten, 23 lokasi berada di Kecamatan Kaliwiro.

Hal tersebut terungkap setelah Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Wonosobo melakukan pemetaaan geospasial dalam tiga tahun terakhir secara bertahap. Hasilnya diketahui Kaliwiro menjadi kecamatan yang paling rentan terhadap bencana tanah longsor.

Dari 15 kecamatan di Kabupaten Wonosobo, hanya tujuh daerah kecamatan yang dinyatakan rawan tanah longsor. Sebanyak 23 titik berasal dari Kaliwiro. Disusul Kecamatan Sukoharjo dengan 12 titik. Kalibawang delapan titik. Watumalang, Kejajar, dan Leksono ada enam titik.  Wadaslintang dengan satu titik lokasi rawan longsor.

Namun BPBD mengaku Wonosobo belum memiliki sendiri alat pendeteksi kebencanaan. Adapun delapan alat early warning system (EWS) khusus kebencanaan yang terpasang di beberapa titik berasal dari bantuan BNPB pusat.

Ora maer, ora sumbut, ora lucu, wong Wonosobo daerah rawan longsor tapi ora nduwe EWS longsor,” ujar Kepala BPBD Kabupaten Wonosobo, Zulfa Akhsan Alim Kurniawan saat dikonfirmasi, kemarin (13/6/2021).

Padahal menurutnya keberadaan EWS ini akan sangat membantu masyarakat untuk mendeteksi kebencanaan sejak awal. Sehingga masyarakat bisa langsung bersiap untuk mengevakuasi diri jika suatu saat terjadi musibah tanah longsor di puluhan titik tersebut.

Apalagi Kabupaten Wonosobo terkenal sebagai daerah dengan curah hujan tinggi. Sehingga potensi munculnya bencana tanah longsor bisa terjadi sewaktu-waktu. “Prediksi dari BMKG yang baru saja keluar itu menyebut, Kabupaten Wonosobo masih akan terjadi hujan hingga akhir bulan Juni. Jelas masih bisa berubah. Faktanya sampai Agustus juga masih sering hujan di kota ini,” ungkapnya.

Oleh karena itu pihaknya berinisiatif untuk segera menambah EWS di lokasi rawan yang belum terpasang. Dengan mengusulkan pada pemerintahan yang baru untuk memasukan dalam LKPJ bupati di tahun depan. “Alhamdulillah setelah saya sampaikan penjelasan ini ada respons positif dari Pak Bupati,” ungkapnya mantan Camat Wonosobo itu.

Dalam beberapa tahun ke depan menurutnya, Kabupaten Wonosobo akan mengadakan 15 EWS kebencanaan ini. Yang dilakukan secara bertahap dan ditempatkan di titik-titik paling rawan.”Dari laporan kemarin saat rapat itu pengadaan akan dilakukan secara bertahap. Semoga ini benar-benar bisa terealisasi,” harapnya.

Selain delapan EWS yang saat ini terpasang, pihaknya juga terus mengupayakan edukasi pada masyarakat. Dengan memberikan pemahaman cara melakukan evakuasi diri saat terjadi bencana. Serta menentukan lokasi kumpul warga saat terjadi kebencanaan di titik-titik rawan longsor. (git/lis)

 

Terbaru

Fadia Baca Semua Aduan Warga

Tempat Ibadah Harus Taat Prokes

Populer

Lainnya