alexametrics

Parah, Jalan Penghubung Wonosobo-Kebumen Puluhan Tahun Tak Diperbaiki

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Wonosobo – Sudah puluhan tahun jalan kabupaten di Desa Pucungkerep, Kaliwiro tak tersentuh aspal. Utamanya ruas Pucungkerep-Ngasinan yang hingga saat ini kondisinya rusak parah. Padahal akses tersebut untuk menghubungkan dua kabupaten, Wonosobo dan Kebumen.

Salah satu warga Dusun Serang, Desa Ngasinan Kecamatan Kaliwiro, Ma’ruf menjelaskan rusaknya jalan menuju desanya itu sudah terjadi sejak puluhan tahun lalu. Menurutnya hampir setiap hari warga yang hendak beraktivitas harus berjibaku dengan kondisi jalan yang rusak parah.

“Sudah ada kalau 15 tahun itu jalanan tak pernah tersentuh aspal. Bisa dibayangkan kondisinya seperti apa,” ujarnya kemarin (30/5/2021).

Bahkan menurut Ma’ruf kondisi kerusakan jalan itu bisa diukur dari mengelupasnya aspal hingga ratusan meter. Tidak sedikit jalanan hanya menyisakan batuan runcing dengan kondisi tanah yang bergelombang dan tidak stabil.

Baca juga:  Semangat Gotong Royong untuk Kemajuan Bersama

Namun yang paling berat menurutnya, saat jalan memasuki musim penghujan tiba. Kondisi jalanan yang nyaris menyisakan tanah itu menjadi becek, bergelombang serta licin untuk dilalui. Menurutnya tak sedikit kendaraan yang terjebak dan terpeleset di jalanan becek dan bergelubang itu.  Namun bagaimanapun, katanya, jalan itu tetap harus dilalui warga saban hari.

“Karena jalan itu adalah akses utama menuju pasar tradisional, pendidikan dan kesehatan yang berada di kecamatan,” ujarnya.

Kepala Desa Ngasinan Saiman menjelaskan buruknya kondisi jalan tersebut terjadi hampir di sepanjang 9 kilometer. Melintasi tiga desa, yakni Desa Pucungkerep, Ngasinan, dan Kalidadap. “Kita sudah mencoba komunikasi ke berbagai sumber. Tapi sampai sekarang hasilnya masih nihil,” ungkapnya.

Baca juga:  Pemuda Pancasila Wonosobo Bagi Seribu Takjil dan Masker

Kades yang menaungi empat dusun itu menjelaskan meski sudah ada dana desa selama beberapa tahun terakhir tak bisa digunakan untuk memperbaiki jalan tersebut. Lantaran kondisi jalan itu masuk wialayah pengelolaan Pemerintah Kabupaten Wonosobo.

“Kita mau anggarkan untuk betonisasi atau aspal juga tidak mungkin. Karena itu bukan wilayah kami. Sementara jika kita menunggu perbaikan, justru kita selalu bertanya akan dilakukan kapan?” ungkapnya kepada wartawan Jawa Pos Radar Magelang itu. Dia sangat berharap pada pemerintahan yang baru. Sehingga ada perbaikan jalan tersebut. (git/lis)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya