alexametrics

Kades di Wonosobo Wajib Catat Pemudik yang Datang

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Wonosobo – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Wonosobo tak mau kecolongan dalam memantau para pemudik. Kades jadi kunci utama dalam melakukan tracing awal para pemudik yang tetap nekat pulang.

“Karena merekalah yang paling tahu jika ada warga di salah satu dusun atau desanya yang pulang kampung. Data awal ini sangat penting untuk menekan laju persebaran Covid-19 di Kabupaten Wonosobo,” terang Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat saat bertemu para kades di Kecamatan Kalikajar dan Kertek Selasa (4/5/2021).

Bupati menjelaskan, pemudik yang sudah datang untuk didata dan dilaporkan ke satgas desa/kelurahan. Selanjutnya para pemudik diminta untuk bisa menunjukkan surat hasil PCR swab negatif. Jika belum ada, bisa datang ke puskemas untuk melaksanakan PCR swab secara mandiri.

Baca juga:  Cantumkan Restitusi, Kejari Wonosobo dapat Penghargaan

Selanjutnya, jika dari pemudik ini ada yang terkonfirmasi positif, maka harus melakukan isolasi mandiri bagi yang tanpa gejala. Sedangkan penderita dengan gejala sedang sampai berat harus dirawat di rumah sakit (RS). Masyarakat terus diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap bahaya Covid 19 dengan menerapkan 5 M.

Selanjutnya, kades dan satgas desa bisa melaksanakan patroli wilayah bersama Polmas dan Babinsa. Laporan pemudik harus diperbarui setiap hari dan dilaporkan ke admin kabupaten. “Jadi menjelang Hari raya besok kita sudah bisa melihat ada berapa jumlah pemudik yang pulang ke Wonosobo. By name dan by addres-nya jelas,” terangnya.

Di tempat yang sama, Wakil Bupati M Albar memberi pesan soal larangan penerbangan balon udara. Mereka sengaja datang ke Kertek dan Kalikajar yang selama ini sebagai pusat penerbangan balon di Wonosobo. “Sehingga kita ingin datang dan memastikan jika larangan ini bisa benar-benar di patuhi,” jelasnya.

Baca juga:  Pancaroba, Berpotensi Angin Kencang

Pihaknya tak menginginkan jika nanti ada warga yang terkena sanksi lantaran tidak tahu mengenai aturan terbaru soal larangan penerbangan balon udara. Apalagi di Kecamatan Kalikajar pernah ada warga yang terkena kasus penerbangan balon liar hingga ke ranah hukum.

Camat Kalikajar Bambang Triyono menjelaskan, seluruh kades akan melaksanakan instruksi tersebut. Salah satunya dengan mengaktifkan kembali pantauan lewat pos jaga di setiap desa. “Saya kira dalam instruksi tersebut sudah jelas. Tinggal pelaksanaanya akan seperti apa nanti di desa masing-masing,” terangnya. (git/ton)

 

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya