alexametrics

Soal Polemik Pembangunan Waduk Bener, Tak Ada Warga Wonosobo yang Ditangkap

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Wonosobo – Pembangungan Waduk Bener yang melibatkan wilayah Kabupaten Purworejo dan Wonosobo hingga saat ini menemui hambatan. Utamanya dari serangkaian penolakan warga terhadap pembangunan waduk tersebut. Bahkan sempat terjadi bentrokan antara warga dan polisi yang mengakibatkan sejumlah orang dari kedua belah pihak luka-luka.

Ketua Fraksi PKB DPRD Wonosobo Habibillah memastikan warga di wilayah Wonosobo hingga saat ini masih kondusif. “Beberapa hari terakhir warga di Desa Wadas, Kabupaten Purworejo ditangkap saat aksi rencana penolakan pembangunan Waduk Bener,” terang Habibilah yang menjadi salah satu pendamping warga tiga desa di Kabupaten Wonosobo yang terdampak Bendungan Bener Minggu (25/4/2021).

Menurutnya masalah yang muncul sebagian besar justru terjadi di Kabupaten Purworejo. Sebab sebagian warga masih menolak rencana pengambilan material batuan dari Desa Wadas untuk membangun bendungan. “Karena material yang akan diambil dari Desa Wadas sendiri membutuhkan lahan sekitar 140 hektare,” katanya menjelaskan.

Baca juga:  Polisi Pastikan Mayat Perempuan yang Ditemukan di Bawah Jembatan Kemandu Korban Pembunuhan

Oleh karenanya, sejumlah warga yang peduli dengan lingkungan nekat menggelar aksi memblokade jalan menuju lokasi sosialisasi penambangan. Mereka khawatir aktivitas pengambilan batu ini akan merusak lingkungan. Apalagi saat ini sebagian besar masyarakat di sana mengandalkan sektor pertanian. “Kalau bahan material seperti batu itu diambil, sumber mata air akan hilang. Makanya mereka banyak yang menolak,” ujarnya. Aksi blokade ini memancing bentrokan.

Terlebih, masyarakat di Desa Wadas tak akan ikut menikmati secara langsung jika bendungan tersebut beroperasi. Sebab lokasi desanya yang memang cukup jauh dari lokasi pembangunan Bendungan Bener.

Namun, Habibillah memastikan tiga desa di Kabupaten Wonosobo masih kondusif. Tiga desa yang terdampak yakni Desa Burat, Gadingrejo dan Bener. “Kita selalu melakukan komunikasi pada setiap warga. Utamanya saat terjadi masalah-masalah teknis di lapangan. Sehingga jika ada persoalan apapun langsung kita diskusikan,” ujarnya saat dikomunikasi itu.

Baca juga:  Serapan Anggaran Baru 20,4 Persen

Hingga saat ini, di Wonosobo masih menyelesaikan proses pembebasan lahan. Yang menurutnya nyaris diselesaikan oleh kedua belah pihak. Baik dari pihak pengembang maupun warga.

Ia menyayangkan sikap represif yang dilakukan oleh apparat keamanan di Desa Wadas. Ke depan, jika terjadi masalah, baik di Kabupaten Wonosobo maupun Purworejo, Habibillah meminta untuk bisa diselesaikan baik-baik. Sehingga tidak ada yang merasa dirugikan atas rencana pembangunan Bendungan Bener itu. (git/ton)

 

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya