alexametrics

Ancam Sekda dan Dinas PUPR, Wartawan Abal-Abal Dibekuk

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Wonosobo – Hampir saja Sekda Kabupaten Wonosobo One Andang Wardoyo kena tipu tiga wartawan ’bodrek’. Beruntung aksi mereka diketahui polisi. Tak butuh waktu lama, ketiga wartawan abal-abal ini langsung diamankan. “Modusnya bawa-bawa kasus,” ujar One Andang Wardoyo saat dikonfirmasi via WhatsApp kemarin (3/3/2021).

Dia menyebut kejadian tersebut sekitar setengah bulan lalu. Berawal dari kiriman surat dari pelaku kepada dua instansi. Yakni Sekda dan Dinas PUPR Kabupaten Wonosobo.

Menurut Kapolres Wonosobo AKBP Ganang Widi Nugroho pelaku mengatasnamaan media internal publik meminta kejelasan kepada dua petinggi ASN itu.

Pelaku bernama Heri Wahyudi. Pria 38 tahun ini warga Pendowo RT 04 RW 12 Kecamatan Kartasura, Kabupaten Sukoharjo. Ia mengaku sebagai pimpinan redaksi yang meminta konfirmasi kebenaran temuan BPK tahun 2019. “Meski sudah mendapat jawaban dari pak Sekda. Namun dia belum puas,” lanjutnya.

Baca juga:  Penderita Stunting di Wonosobo Masih 32,5 Persen

Tersangka Heru mengirim pesan kepada sekda yang intinya apabila surat permintaan konfirmasi dibalas, akan ditembuskan ke Jakarta. Sementara itu, satu pelaku lain, Daniel Arendra Wicaksono, 36, asal Kota Surakarta bertugas menghubungi DPU PR. Dengan meminta dinas untuk memasang iklan di media milik pelaku. Tarifnya Rp 20 juta.

Atas kejadian tersebut Kepala Dinas PUPR melapor ke Polres Wonosobo. Kemudian kasatreskrim berkoordinasi dengan inspektorat dan Kejaksaan Negeri Wonosobo untuk menindaklanjuti laporan. Atas saran kepolisian, dinas diminta menyediakan uang sesuai yang diminta pelaku. Setelah uang dibawa dan janjian untuk bertemu, polres menangkap tiga pelaku yang datang ke lokasi pertemuan.

Menurutnya, semula pelaku hanya dua orang. Namun saat penangkapan, polisi juga mengamankan Arif Rahman, 36, warga Surakarta. “Dia datang bersama dua pelaku yang kita incar. Makanya ikut kita amankan. Karena mereka mengaku sama-sama dari media abal-abal ini,” tuturnya.

Baca juga:  Sapu Lidi SMPN 2 Selomerto Masuk Top 33 KIPP Jateng

Kepolisian menjerat tiga pelaku dengan pasal 55 ayat 1 KUH Pidana tentang pemerasan. Ancaman hukuman maksimal 9 tahun penjara. (git/lis)

 

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya