alexametrics

60 Persen Jalan di Wonosobo Rusak

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Wonosobo – Anggota Komisi C DPRD Kabupaten Wonosobo terus melakukan inspeksi mendadak (sidak) jalan di setiap daerah. Dari hasil pantauan, sekitar 60 persen jalan di kabupaten mengalami kerusakan sedang dan berat. Diharapkan tahun 2022 ruas tuntas akan segera dimulai.

Sejumlah ruas jalan di wilayah Kabupaten Wonosobo mengalami kerusakan yang cukup parah. Tidak jarang lubang menganga hingga terkelupasnya aspal dari jalan menimbulkan genangan air dan membahayakan para pengguna jalan.

Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Wonosobo Wahyu Nugroho merencanakan anggaran untuk penyelesaian pembangunan jalan rusak melalui program ruas tuntas di tahun 2022. Lewat program tersebut diharapkan seluruh jalan yang ada di Wonosobo akan mulus.

Baca juga:  Difabel Dilatih Bengkel Kursi Roda

Menurutnya, sebanyak 60 persen ruas jalan di daerah pegunungan ini dalam kondisi bonyok alias rusak berat. Dari kurang lebih 1.000 kilometer ruas jalan kabupaten di Wonosobo, baru sekitar 400 kilometer jalan yang dalam kondisi baik atau layak dilalui.

“Sisanya atau sekitar 600 kilometer jalan kabupaten kondisinya bonyok atau rusak. Sehingga jalan susah dilalui warga setempat,” ungkapnya kemarin (10/2).

Jalan yang rusak, menurut politisi yang juga menjabat Ketua Umum Askab PSSI Wonosobo itu, tersebar di 15 wilayah kecamatan yang ada. Kondisi geografis daerah pegunungan dan curah hujan yang tinggi menjadi pemicu jalan cepat rusak.

“Selain itu, kualitas pengerjaan jalan yang rendah membuat kerusakan jalan kian bertambah. Jalan belum lama dibangun sudah langsung rusak. Tidak dalam hitungan tahun, hanya dalam beberapa bulan saja aspal sudah mengelupas,” keluhnya.

Baca juga:  Realisasi Pembayaran Waduk Bener 70 Persen

Kondisi jalan yang rusak berat tersebut ditemukan rombongan Komisi C DPRD Wonosobo ketika melakukan sidak lapangan di beberapa daerah belum lama ini.

“Jalan rusak yang menghubungkan antardesa dan paling parah ada di wilayah Kalikajar, Sapuran, Leksono, Watumalang, Kepil, Kalibawang, Sukoharjo dan Kaliwiro. Jalan berlubang dan tergenang air sudah seperti kali asat,” tegasnya.

Jalan itu, katanya, merupakan infrastruktur yang sangat penting bagi sebuah daerah. Karena kondisi jalan yang baik akan mempengaruhi perkembangan ekonomi masyarakat sekitarnya. “Ibarat jika jalan alus maka rezeki akan mulus. Sehingga perbaikan jalan harus segera dilakukan,” tandasnya. (git/lis)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya