alexametrics

Tanah Retak Ancam Puluhan Rumah di Desa Tieng

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Wonosobo – Jajaran Polres Wonosobo mengunjungi retakan tanah di Jalan Wonosobo-Dieng. Retakan tanah tersebut mengancam puluhan rumah yang berada tak jauh dari lokasi masuk Desa Tieng, Kecamatan Kejajar.

Kapolres Wonosobo AKBP Ganang Widi Nugroho menyampaikan, tanah retak terjadi pada Senin (1/2/2021) lalu sekitar pukul 12.00 siang. Retakan tersebut muncul setelah beberapa jam Kecamatan Kejajar dilanda hujan deras.  Tepatnya di jalan Dieng-Wonosobo, di atas Desa Tieng, Kecamatan Kejajar retak sepanjang sekitar 12 meter, lebar 3 meter dan kedalaman 4 meter.

“Tidak ada korban dalam peristiwa tersebut. Namun dikhawatirkan bisa berpotensi terjadinya tanah longsor. Apalagi akhir-akhir ini curah hujan di wilayah Kejajar sangat tinggi,” ungkap Ganang setelah melakukan tinjauan langsung ke lokasi didampingi Kapolsek Kejajar.

Baca juga:  Petugas Temukan Kambing Sakit Dijual

Belum lagi, katanya, bahu jalan yang retak tersebut setiap hari dilintasi oleh kendaraan dengan muatan berat. Hal itu sangat membahayakan kondisi jalan tersebut dan warga Desa Tieng yang berada di bawah lokasi retakan jalan tersebut.

“Menurut informasi dari Kadus Tieng, di bawah bahu jalan yang retak ini terdapat pemukiman warga yang dihuni sekitar 24 KK yang masuk wilayah Dusun Wonoaji, Desa Tieng. Di lokasi tersebut juga pernah terjadi longsor pada 2010 yang memakan 6 korban jiwa meninggal dunia,” jelasnya.

Lebih lanjut, pihaknya bersama TNI, BPBD dan warga sekitar sudah memasang garis polisi agar tidak dilewati kendaraan, sehingga bisa mengurangi beban jalan. Selain itu, retakan juga sudah ditutup menggunakan batu dan tanah untuk mencegah tanah longsor.

Baca juga:  Longsor di Tiga Lokasi

Kapolres mengimbau warga yang tinggal di bawah lokasi retakan agar berhati-hati dan waspada. Pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan Pemkab, kecamatan dan BPBD untuk pemasangan rambu imbauan hati-hati dan segera dilakukan pekerjaan perbaikan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

“Kami imbau kepada masyarakat agar tidak mendekati area tersebut. Kendaraan bermuatan berat yang melintasi jalan tersebut juga diminta untuk mengurangi beban muatannya,” tandasnya. (git/lis)

 

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya