alexametrics

2021, Tahun Recovery Wonosobo

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Wonosobo – Bupati–Wakil Bupati Wonosbo terpilih  Afif Nurhidayat – Muhammad Albar menyampaikan tahun 2021 dianggap sebagai masa transisi atau perpindahan. Proses ini dianggap penting mengingat perjalanan berat satu tahun kemarin baru saja dilaluinya. Tahun ini, bakal digunakan untuk pemulihan atau recovery.

“Satu tahun kepemimpinan saya ini akan kita fokuskan untuk pemulihan ekonomi yang sempat ambruk lantaran badai Covid-19,” terang Afif kepada Jawa Pos Radar Semarang kemarin (31/12/2020).

Tahun 2020 dianggap sebagai tahun yang paling berat. Banyak sektor yang terpukul dengan adanya pandemi Covid-19. Sektor ekonomi, UMKM dan pariwisata mengalami kelumpuhan. “Kita perlu segera bangkit. Memberbaiki apa yang telah rusak di tahun 2020. Memulihkan kembali semangat masyarakat untuk saling bahu-membahu membangun Wonosobo,” terangnya.

Meski dirinya belum mengetahui secara pasti kapan Covid-19 akan berakhir. Namun pihaknya memiliki komitmen yang tegas untuk bersama-sama menekan persebaran virus itu. Selain bakal disibukkan dengan aktivitas pemulihan ekonomi, pihaknya juga akan banyak belajar menjadi pemimpin eksekutif yang baik. Pola kepemimpinan yang akan dijalankan itu berbeda dengan kepemimpinan yang selama ini dia emban sebagai ketua DPRD.

Setelah resmi dilantik oleh gubernur pada 17 Februari 2021 tentu akan berbeda kepemimpinannya. “Dengan sejumlah persoalan yang tak kunjung teratasi. Mulai dari kabupaten termiskin ke dua se-Jateng, tingkat SDM yang rendah, infrastruktur masih banyak yang rusak, serta sejumput persoalan lain. Ini harus kita carikan jalan keluar satu per satu,” katanya.

Baca juga:  Eisti-Alim Diminta Gerak Cepat

Tak hanya itu, saat ini sejumlah jabatan tinggi pratama juga banyak yang mengalami kekosongan. Sehingga ini menjadi beban yang harus diselesaikan setelah resmi dilantik menjadi bupati. Maka tahun ini Afif-Albar akan banyak melakukan pendataan seluruh sektor. Utamanya yang paling terdampak di tahun 2020 ini. Setelah terdata, langsung melakukan klasifikasi untuk segera dicarikan solusi.

Turun ke Bawah, Mendengar Aspirasi Masyarakat

Sejak ditetapkan sebagai pemenang pilkada 2020 Kabupaten Wonosobo, pasangan Afif Nurhidayat dan Muhammad Albar banyak bersilaturohim ke daerah pinggiran. Hal ini dimanfaatkan bupati dan wakilnya untuk banyak mendengar suara dari masyarakat. “Sembari menunggu pelantikan kita banyak turun langsung menemui masyarakat. Ada banyak tokoh yang kita silaturahmi,” terang  Afif Nurhidayat, calon bupati 2021-2024 saat ditemui di sela kegiatannya Kamis (31/12/2020).

Silaturohim untuk menjaring dan mendengar pendapat dari sejumlah tokoh. Dari satu desa ke desa yang lainnya. Sehingga ia memiliki gambaran secara utuh mengenai konsep pembangunan yang akan dilakukan setelah dilantik.

Baca juga:  Proyek Alun-Alun Johar Dilanjutkan, Tahap III Segera Dilelang

Sejak banyak terjun ke masyarakat, kesimpulan sementara yang diterimanya itu sebagian besar mengarah ke masalah insfraktruktur. Mulai dari banyaknya jalan dan jembatan yang rusak. “Bahan ini yang nanti akan menjadi konsen kita selama diamanahi menjadi bupati. Ini akan menjadi prioritas kita,” tandasnya.

Afif tak memungkiri selama ini masih banyak keluhan jalan yang rusak di sebagian besar wilayah di Kabupaten Wonosobo ini. “Bagaimana akses ekonomi itu akan baik jika infrastruktur pendukung seperti jalan ini banyak yang rusak,” jelasnya.

Untuk itu, sementara ini pihaknya akan mulai melakukan pendataan. Menurutnya perlu dipetakan, mana yang sudah rusak parah atau mana yang rusak ringan. Setelah mengetahui hal tersebut, proses baru akan bisa dilakukan. Sehingga dalam proyeksi kepemimpinannya selama satu periode ini benar-benar bisa efektif.

Bentuk Satgas Khusus RPJMD

Tinggal menghitung hari, Kabupaten Wonosobo akan dipimpin pasangan Afif Nurhidayat dan Muhammad Albar. Berbekal pengalaman di kursi legislatif, keduanya bakal langsung membuat gebrakan. Yakni dengan membentuk tim pengkaji Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). “Kita sudah mewacanakan untuk membuat tim yang khusus mengkaji masalah RPJMD ini. Minggu depan kita sudah akan mulai mendiskusikan itu,” terang Afif Nurhidayat.

Baca juga:  Komisi C Pastikan Trans Semarang Patuh Prokes

Menurutnya, segala proses pembangunan selama beberapa tahun ke depan dimulai dengan melakukan perencanaan yang tepat. Apalagi, setelah dilantik dan bekerja selama 6 bulan ke depan akan langsung melaporkan hasilnya ke DPRD.

“RPJMD ini sebenarnya inti dari segala pembangunan yang akan dilaksanakan selama beberapa tahun ke depan. Jadi sangat penting untuk mendahulukan proses ini. PR utama malah itu,” terang mantan ketua DPRD Kabupaten Wonosobo itu.

Lanjut Afif, pembangunan akan dikatakan sukses atau gagal bisa dilihat dari kerangka RPJMD yang akan dijalankan. Sebab RPJMD diibaratkan sebagai peta jalan Kabupaten Wonosobo. Maka pembentukan tim yang secara khusus mengkaji RPJMD ini diperlukan. “Tim bakal diisi oleh orang yang benar-benar memiliki kompetensi. Nggak asal-asalan. Karena tim ini yang juga akan ikut merumuskan apa yang akan dilakukan nantinya,” bebernya.

Bahkan untuk menyaring informasi yang benar-benar akurat, pihaknya siap terjun ke setiap kecamatan. Mengawal proses musyawarah rencana pembangunan (musrenbang) di setiap kecamatan. Dengan membaginya per zonasi sehingga tak ada jadwal yang berbarengan di setiap kecamatan itu. (git/lis)

 

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya