alexametrics

Proyek Geodipa Dimulai Awal Tahun

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Wonosobo – Proyek pengembangan Geodipa Energi Unit II Dieng bakal dimulai akhir tahun ini. Selama beberapa bulan ke depan, jalur utama Wonosobo – Dieng akan mulai sibuk kedatangan alat berat dikirim ke Dieng. Arus lalu lintas akan mengalami kepadatan.

“Baru hari ini (kemarin, Red) semua jenis alat berat itu dikirim dari Batam menuju Jakarta. Artinya dalam beberapa hari ke depan, alat berat mulai akan disuplai ke Dieng,” terang Hefi Hendri, HSE dan Safeguard Proyek Dieng 2 dan Patuha 2 di acara coffee morning yang diselenggarakan di Taman Budaya Dieng, Wonosobo Rabu (30/12/2020).

Namun, pihaknya meminta pengguna jalan tidak perlu khawatir. Pasalnya, pengiriman tersebut akan dilakukan pada malam hari. Yakni pukul 22.00 malam hingga 04.00 dini hari.

Baca juga:  Jabar Punya Empat Strategi Kembangkan Pariwisata

Terlebih menurutnya, informasi pengiriman ini juga telah dikoordinasikan dengan jajaran forkopimda. Mulai dari Pemkab, kepolisian, dan juga TNI. “Informasi apapun berkaitan dengan pengembangan proyek ini akan kita sampaikan. Sehingga masyarakat bisa tahu lewat babinsa misalnya,” jelasnya.

Jika hal itu menurutnya masih dianggap kurang diketahui masyarakat secara langsung, ia juga membuka jalur pengaduan. Sehingga masyarakat bisa langsung memberi masukan kepada Geodipa apabila terjadi sesuatu saat proyek tengah berlangsung.

Diketahui, proyek pengembangan Geodipa Energi Unit II Dieng ini merupakan proyek strategis nasional. Mengeksplorasi energi panas bumi untuk dijadikan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) di sekitar Dieng. Proyeksi pembangunan dimulai awal 2021 dan berakhir 2023.

Baca juga:  98 Destinasi Wisata di Wonosobo Terdampak Pandemi

“Kapasitas yang bisa dihasilkan dari PLTU Unit II Dieng ini mencapai 55 mega watt. Sedikit lebih kecil dari yang proyek yang pertama, yakni sebesar 60 mega watt,” lanjutnya.

Proyek pengembangan ini akan dilakukan secara bertahap. Ke depan, bukan hanya dua unit, namun delapan unit yang dikerjakan. Dengan nilai investasi per unit mencapai 7,5 USD. Atau berkisar Rp 10 triliun. (git/lis)

 

 

 

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya