alexametrics

Ukuran Los Pasar Induk Wonosobo Dikeluhkan Pedagang

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Wonosobo – Pembangunan Pasar Induk Wonosobo bakal berakhir dalam dua hari ke depan. Namun persoalan muncul. Salah satunya dari Paguyuban Pedagang Pasar Induk Wonosobo (PPIW) yang menilai lapak atau los itu tak sesuai dengan tempat yang disediakan sebelumnya.

“Karena lokasi jualan sekarang berubah dratis. Baik dari bentuk, ukuran, luasan hingga di ketinggian lapak. Itu terjadi hampir di seluruh tempat. Mulai dari lantai bawah hingga di lantai atas,” terang Eko Prasetyo, sekretaris PPIW Senin (28/12/2020).

Dia mengaku kecewa dengan hasil tersebut. Karena jauh dari ekspektasinya. Saat ini ukuran tiap los yang akan mereka tempati hanya 2 × 2 meter persegi saja. Bahkan jika dirata-rata, setiap pedagang sekarang hanya akan menempati tempat seluas 1,75 × 1,75 meter persegi.

Baca juga:  Perkuat Sinergi Holding Migas, PGN Group Bangun Pipa Minyak Rokan

Pedagang bumbu dapur ini menyebut bagi yang memiliki dua los akan digabung menjadi satu. Namun yang membuatnya kecewa itu lantaran untuk ukuran dan luasannya juga akan dikurangi.

“Kalau dulu ukurannya bisa mencapai 2 x 3 meter persegi tiap los. Jadi kalau yang memiliki dua los, bisa agak lebar. Kalau sekarang, pedagang yang memiliki dua los, hanya dikasih 3 x 4 saja,” terangnya.

Terlebih model los menggunakan model rolling door yang bersekat ram kawat. Bagi pedagang justru tidak nyaman untuk berjualan. Sementara itu Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Pasar Induk  Suprayitno pernah menyebut pembuatan los pasar berbeda dengan yang sebelum terjadi kebakaran. Utamanya untuk ukuran luasan serta bentuknya. Pasalnya,  jumlah los kini jauh lebih banyak.  “Ini untuk mengatasi bagi pedagang yang dulu tak memiliki tempat. Sekarang kita sediakan untuk sekitar 4000-an los. Sekarang jumlahnya lebih banyak dua kali lipat dibanding dulu yang ada,” katanya.

Baca juga:  Tanjung Mas Dikepung Rob, Ketinggian Bisa Sampai 50 Sentimeter

Terlebih saat ini jumlah pedagang yang tercatat di Dinas Pasar berkisar 2.500. Namun, ada banyak pedagang yang dulu memiliki los lebih dari satu. Sehingga pihaknya harus mengurangi luasan dan ukuran los.

“Adapun untuk model ruko dengan rolling door agar pemilik los bisa lebih safety. Bukan menggunakan bahan yang mudah terbakar lagi,” pungkasnya. (git/lis)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya