alexametrics

Kampanye Kotak Kosong Harus Diusut

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Wonosobo – Kasus dugaan kampanye untuk kotak kosong di akun Instagram Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (disdukcapil) Wonosobo terus menuai kecaman. Terutama dari partai pendukung pasangan calon tunggal Afis Nurhidayat dan Muhammad Albar. Badan Kepegawaian Daerah (BKD) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) diminta mengusut dugaan adanya PNS yang terlibat dalam kasus ini.

“Selama ini kita masih diam, dengan menghormati apa yang mereka lakukan atas dasar demokrasi. Tapi kalau kemudian ini semakin menjadi-jadi, tentu kita akan ambil sikap,” terang Ketua DPD Nasdem Kabupaten Wonosobo Wisnu Ibet Pradana Jumat (13/11/2020).

Ia menyebutkan, penayangan dukungan untuk Kotak Kosong (Koko) itu tak bisa dibiarkan. Apalagi dukungan tersebut jelas diunggah melalui media sosial Instagram milik Disdukcapil Wonosobo. Padahal sudah sangat tegas ada aturan bahwa ASN tetap di wilayah yang netral. “Dengan munculnya arahan untuk mencoblos koko ini tentu sudah masuk pelanggaran. Itu harus diusut secara tuntas,” terangnya.

Baca juga:  Stres Pekerjaan Sepi, Malah Pesta Sabu

Ia meminta kepada BKD dan Bawaslu untuk mampu menemukan siapa pelaku di balik unggahan tersebut. Sehingga langsung bisa diberi tindakan tegas. Baik berupa teguran ataupun sanksi yang jelas. “Jangan kemudian ada hal yang melanggar itu, justru BKD sendiri terkesan membiarkan anak buahnya. Juga bawaslu sebagai pihak pengawas harus tegas dengan bersikap adil,” beberanya.

Sebelumnya, Kepala Disdukcapil Wonosobo M Zuhri membenarkan bahwa pamflet itu ada di IG resmi milik Disdukcapil Wonosobo. Namun terkait pembuat pamflet itu, ia mengaku belum diketahui. Pihaknya segera gelar koordinasi dengan pengelola media sosial Disdukcapil. “Saya tegaskan itu bukan produk Disdukcapil Wonosobo. Iya sudah kami lacak. Kemungkinan ada staf yang iseng. Ini akan segera kami luruskan. Kebetulan staf baru work from home (WFH),” ungkapnya.

Baca juga:  Masuk Pesantren Diperketat

Sementara itu, Sekda Wonosobo One Andang Wardoyo mengaku sudah langsung menegur Kepala Disdukcapil Wonosobo untuk selalu memantau dengan ketat dan meminta anak buah hati-hati. “Pelaku saya minta diberi sanksi disiplin,” katanya. (git/ton/bas)

 

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya