alexametrics

Dukung Wisata, Peluang Usaha Carica Menjanjikan

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Wonosobo – Peluang pengembangan sektor usaha mikro kecil menengah (UMKM) di Kabupaten Wonosobo masih menjanjikan. Khususnya di sektor pengelolahan carica yang menjadi produk unggulan di daerah dingin ini.

Menurut salah satu produsen pengolah carica, H Ismaun menyebut jika tanaman satu ini memiliki potensi besar. Pasalnya, tanaman carica hanya bisa tumbuh di Kabupaten Wonosobo saja. Sehingga bisa mengangkat nama Kabupaten Wonosobo di kancah regional maupun internasional.

Saat ini hasil dari carica memang biasa dijadikan sebagai minuman atau manisan segar. Sebagai oleh-oleh khas hasil pariwisata di Wonosobo. Dan saat ini menurutnya tengah menjadi primadona sebagai makanan khas. Maka sudah semestinya para pelaku usaha di bidang tersebut mendapatkan perhatian khusus.

Baca juga:  Jangan Takut Pakai Dana BOS di Masa Pandemi

“Usaha carica ini membawa nama wonsobo, maka perlu perhatian secara khusus, utamanya pada kualitas dan juga ketersediaan bahan baku,” ucapnya.

Meski sudah banyak pelaku usaha yang memproduksi carica, namun hingga saat ini belum ada tanaman carica dalam skala luas atau perkebunan. Kebanyakan para petani hanya itu hanya menanam sebagai lahan tumpangsari saja.

“Kalau misal ada satu saja area yang khusus untuk tanaman ini. Bukan hanya menguntungkan pengusaha saja. Saya kira akan ikut mendukung sektor pariwisata kita,” terangnya.

Pria yang telah menggeluti dunia ini 2012 ini mengaku jika hasil dari pengelolahan carica sangat menguntungkan. Dalam satu bulan saja misalnya, ia mampu menghasilkan ratusan juta dari hasil ini.

Baca juga:  Meninggal di Kos, Tetangga Tidak Tahu

“Meskipun dalam pandemi ini jumlah produksinya memang berkurang. Termasuk penghasilan yang kita terima,” katanya.

Saat ini jumlah produksi carica belakangan mengalami penurunan lantaran pandemi global Covid-19, produsen mengalami penurunan jumlah produksi dan pemasaran hingga mencapai 50 persen lebih.

“Di awal pandemi bahkan kita sempat berhenti produksi, kemudian mulai produksi kembali meski belum penuh seperti semula,” ujarnya.

Sementara itu, Sekda Kabupaten Wonosobo One Andang Wardoyo mengemukakan usaha pengolahan minuman carica sebenarnya sangat prospektif. Karena bahan baku jenis minuman segar dan manis hanya bisa ditanam di daerah dataran tinggi Dieng dan tidak bisa ditemukan di daerah lainnya.

“Carica ini merupakan tanaman yang langka. Ketika diolah menjadi minuman juga punya rasa yang khas. Segar dan manis. Banyak wisatawan yang suka sekali dengan minuman jenis ini. Jadi sangat prospektif untuk dikembangkan,” sebutnya.

Baca juga:  Kampung Loss Doll Wonosobo, Bebas Rokok Ilegal

Pihaknya berkomitmen terus mengangkat produsen minuman carica karena dapat mendukung sektor pariwisata. Kebangkitan UMKM minuman carica juga sangat berperan bagi kemajuan ekonomi daerah.

“Mudah-mudahan pandemi virus korona segera berakhir. Sehingga UMKM minuman carica bisa cepat bangkit kembali. Pelaku usaha minuman ini harus bersatu agar bisa berkembang bersama,” pintanya.

Dirinya berharap jika pelaku usaha minuman carica untuk bisa menggarap pasar ekspor. Pemkab Wonosobo siap membantu agar produk khas daerah ini bisa dipasarkan di luar negeri karena prospeknya sangat bagus. (git/lis/bas)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya