alexametrics

Kampanye Kotak Kosong Tak Dilarang

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Wonosobo – Pilkada Wonosobo tahun 2020 bakal mengusung calon tunggal. Namun dalam beberapa hari terakhir, fenomena kampanye kotak kosong ramai jadi perbincangan warga.

Menurut Komisioner Bawaslu Divisi Pengawasan dan Hubungan Antar Lembaga Daniel Arvian hingga saat ini aturan mengenai mekanisme kotak kosong belum ada. Sehingga jika dilihat secara tata aturan untuk mengampanyekan kotak kosong itu tidak dilarang.

“Isu yang berkembang saat ini itu kan soal kotak kosong. Nah permasalahan soal aturan ini memang belum ada. Jadi masih ada kekosongan hukum dalam wilayah ini,” terangnya setelah memberikan materi dalam acara rakor proses kampanye dengan KPU Jumat (18/9/2020).

Menurutnya, ketentuan soal pemilihan dalam pilkada ini masih sama. Sesorang boleh menentukan suara yang akan diberikan untuk siapa. Termasuk saat masyarakat dihadapkan untuk memilih calon tunggal atau kotak kosong.

Baca juga:  Berbagi dan Menginspirasi

“Termasuk mengampanyekan keduanya. Selama belum ada aturan yang mengaturnya, tentu kita tidak bisa serta merta melarang atau memperbolehkannya,” katanya.

Apalagi soal pilih memilih. Bawaslu sendiri menganggap proses tersebut hak setiap warga negara dalam memberikan dukungannya kepada siapapun. Selama hal tersebut tak melanggar aturan.”Sekali lagi Bawaslu adalah tim penegak pemilu. Jadi selama ada larangannya pasti akan kita tindak,” jelasnya.

Hal tersebut menurutnya berbeda dengan seseorang yang mengampanyekan untuk menjadi golongan putih (golput). Dalam aturannya sudah dijelaskan jika hal tersebut memang dilarang dan tidak diperbolehkan.

“Hak untuk tidak memilih kan ada. Tapi itu dilarang untuk dikampanyekan. Jadi berbeda dengan memilih kotak kosong misalnya,” lanjutnya.

Baca juga:  Sejumlah Proyek Pembangunan di Semarang Tertunda

Larangan tersebut menurutnya jika seseorang mengampanyekan dengan memunculkan isu sara, hoax dan black campain. Sehingga dalam tahapan kampanye, Bawaslu akan lebih fokus pada persoalan tersebut.

Sementara itu Amirudin, komisioner KPU Kabupaten Wonosobo Divisi Sosialisasi mengatakan dalam proses sosialisasi itu akan tetap menyandingkan paslon dan kotak kosong. Sehingga masyarakat memahami siapa yang bakal berlaga dalam pilkada ditahun ini.

“Dalam setiap pengumuman nanti akan kita sandingkan keduanya. Antara calon dan kota kosong,” terangnya.   (git/lis/bas)

 

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya